Mau Lancar Hidupmu? Pastikan Orang Tuamu Meridhoi

Ridho ALLAH ada pada Ridho Orang Tua, Murka ALLAH ada pada Murka Orang Tua. (HR Tirmidzi).

Saya baru sadar setelah membaca buku Ust. Prof. Yunahar Ilyas Kuliah Akhlak. Bahwa hadits ini gak cuma berlaku pada anak2. Tapi juga berlaku pada orang dewasa yang masih hidup orang tuanya.

Jadi, yang pengen skripsinya lancar, jodohnya cepat ketemu, karir kerjaannya bagus atau usahanya melesat terus. Ingat rumus di hadits ini.
Continue reading

Menjadi seorang entrepreneur

01“Menjadi seorang entrepreneur, adalah memilih untuk menjalani bertahun-tahun kehidupan yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang lain. Kerja non-stop, tidak punya waktu libur, pendapatan yang tidak menentu (kadang kurang, kadang juga berlebih), was-was usaha ambruk dan gagal, ga punya status sosial yang tinggi di depan orang tua/mertua/masyarakat, dsb.

Tapi… ya inilah jalan yang harus kita tempuh, kita membayar mahal kebahagiaan esok hari. Agar sisa hidup kita kelak, bisa dijalani seperti yang tidak dapat dirasakan oleh orang kebanyakan.

Usaha Jalan, Kitanya Jalan-Jalan.”

Mamak Pengen ke UGM

Wisuda UGMSuatu ketika di masa-masa berat dan galau mengerjakan skripsi. Mamak sempat nyeletuk, “Mamak tu pernah ke Jogja, tapi ga pernah masuk UGM. Insya Allah besok pertama kali bisa masuk kampusmu ya pas kamu wisuda”.

Sejenak saya merasa bersalah sekali karena lama ‘menunda’ kelulusan. Celetukan Mamak benar-benar terngiang terus…

Akhirnya…. setelah hampir 2 tahun, skripsi selesai juga. Bangga & puas sekali rasanya, bisa berfoto bareng Mamak-Bapak di depan GSP UGM.

Plong rasanya setelah itu…

Di waktu kuliah kembali padat dan saya keteteran. Kemarin pagi, saya menghubungi Mamak. Saya katakan pada Mamak, “Mak, doakan saya lancar kuliahnya ya. Saya pengen nyelesaikan S2 saya ini. Saya pengen Mamak datang lagi ke UGM khusus untuk menghadiri wisuda saya.”
————-
“Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan skripsi untuk dirimu sendiri, cobalah untuk menyelesaikan skripsi untuk Ibumu, untuk Bapakmu, untuk siapapun yang kamu cintai. Agar mereka bahagia pernah mengenalmu…”

Virus Wirausaha McClelland

Virus Wirausaha McClelland

Virus Wirausaha McClelland

Wirausaha itu bukan warisan genetik, tapi ia virus yg bisa ditularkan begitu kira-kira pemikiran David McClelland. Wirausaha dalam hal ini merupakan jelmaan dari term “need for achievement” (n-ach) dari teori need-nya.

Kita seringkali membicarakan Teori McClelland bahwa suatu negara maju harus punya minimal 2% dari warganya yang berwirausaha. Tapi kita seringkali tidak sampai pada saran dari McClelland bagaimana caranya agar sampai kesana.

 

Baginya, suatu negara yang ingin tinggi “n-ach” masyarakatnya (dimana n-ach tinggi = tinggi semangat wirausaha). Bisa memulainya sejak dini. Anak-anak yang masih di sekolah dasar bisa diberikan kisah-kisah tentang kesuksesan berwirausaha. Di Eropa & Amerika sendiri, ia meneliti bahwa di awal 1900-an sejak kecil anak-anak sudah mulai diberi kisah/dongeng dengan dosis n-ach yang tinggi. Berpuluh tahun kemudian dengan virus itu, McClelland menemukan fakta bahwa mereka lah yang jadi tulang punggung kemajuan ekonomi negara mereka.

 

Dia juga menemukan di abad ke-16 ketika Eropa mulai bangkit dari masa kegelapan. Ketika itu banyak ditemukan karya sastra (novel, puisi, syair, dsb) yang tinggi virus n-ach nya. Perekenomian Eropa pun lalu melesat dengan revolusi industrinya. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari suatu negara selalu didahului oleh karya-karya sastra dengan dosis n-ach yang tinggi.

 

Lalu, dimanakah tempat terbaik untuk mengajari anak virus n-ach berwirausaha? Jawab McClelland, dalam KELUARGA!

 

Ilustrasi gambar diambil dari Business News Daily

Generasi Baru Indonesia

Social-EntrepreneurshipArtikel ini merupakan Juara 3 Lomba Karya Tulis YellowPages (SemangatBerbisnis.Com)

“Manusia yang paling bernilai adalah mereka yang paling banyak manfaatnya”
Quote  di  atas  adalah  saduran  sebuah  hadits  terkenal,  yang  saya  kira  maknanya  begitu universal.  Layaknya  smartphone,  smartphone  yang  paling  mahal  (baca:  bernilai)  tentulah yang  paling  banyak  fiturnya  (manfaatnya). Manusia  pun  seperti  itu, manusia  yang  paling  bernilai  adalah  mereka  yang  paling  banyak  manfaatnya.  Oleh  karena  itu,  semua  harus menyadari  bahwa  kehidupan  ini  bukanlah  untuk  ‘aku’  melainkan  untuk  ‘kita’.  Seorang manusia akan semakin bernilai ketika dia makin bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang.

Sebentar, sebentar, lalu apa hubungannya kok kita tiba-tiba bicara soal nilai dan manfaat seorang manusia dengan penggunaan judul ‘Generasi Baru Indonesia’?   Klik untuk melanjutkan

Metamorfosis

Tentu kawan-kawan sudah pernah mendengar istilah metamorfosis. Metamorfosis adalah fase dimana makhluk hidup mengalami perubahan fisik. Perubahan fisik tersebut seringkali amat radikal, contohnya saja ulat yang bermetamorfosis jadi kupu-kupu atau berudu yang menjadi katak.

Saya pun menggaris bawahi metamorfosis dari dua hal yaitu tahapan/fase dan perubahan radikal. Mungkin baru sekarang saya sadari, bahwa hidup saya (atau mungkin) anda selama ini selalu mengalami tahapan-tahapan untuk mencapai sebuah perubahan radikal. Lanjut…