Mau Lancar Hidupmu? Pastikan Orang Tuamu Meridhoi

Ridho ALLAH ada pada Ridho Orang Tua, Murka ALLAH ada pada Murka Orang Tua. (HR Tirmidzi).

Saya baru sadar setelah membaca buku Ust. Prof. Yunahar Ilyas Kuliah Akhlak. Bahwa hadits ini gak cuma berlaku pada anak2. Tapi juga berlaku pada orang dewasa yang masih hidup orang tuanya.

Jadi, yang pengen skripsinya lancar, jodohnya cepat ketemu, karir kerjaannya bagus atau usahanya melesat terus. Ingat rumus di hadits ini.
Continue reading

Kenapa Kecap Bango Paling Laris?

Ada sebuah dialog menarik dari Buku Rich Dad, Poor Dad karya Guru Besar Entrepreneur Robert Kiyosaki. Dalam sebuah sesi kelas, Robert bertanya pada murid-muridnya:

“Siapa di sini yang bisa membuat burger enak lebih enak dari McDonalds?”

Sebagian besar muridnya angkat tangan (mungkin karena di Amerika, Burger makanan sehari-hari, gak seperti di Indonesia yang terhitung mewah. hehe)

“Kalau banyak yang bisa buat lebih enak dari McDonalds, lalu kenapa McDonalds yang menguasai pasar Burger sendirian? Bisakah kalian menyainginya?” (catatan: omset McDonalds secara global tahun 2010 adalah 321 trilyun rupiah)

Murid-muridnya terdiam, sepertinya tanda tak mampu. Continue reading

Bermimpi Sukses ala Jeff Bezos Amazon

REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK
by Jeff Bezos

image

Ini ilustrasi cara BERMIMPI yang benar bagi seorang pengusaha pemula, atau siapa saja yang ingin sukses di masa depan.

Proyeksikan diri kita suatu saat akan berusia 80 tahun. Buatlah daftar apa saja yang akan membuat kita menyesal (regret). Semakin di atas, semakin penting.

List ini nantinya akan membantu kita utk memutuskan ya/tidak saat tawaran gurih silih berganti menghampiri. Itulah esensi utama dari memiliki MIMPI. MIMPI memberi panduan bagi kita untuk tetap FOKUS & KONSISTEN berjalan menuju tujuan.

Tanpa MIMPI, kita bisa saja akan tetap sibuk berjalan. Tapi perjalanan kita mbelok kanan-kiri, bahkan tanpa disadari kitapun tersesat.

Jeff Bezos yang mencetuskan REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK (RMF) ini sudah mempraktekkannya di usia 30an tahun. Saat dimana ia memiliki pekerjaan dg status sosial & gaji yg menggiurkan di WALL STREET.

Setelah berdiskusi dg boss-nya, ia pun memutuskan utk Resign dan mengejar mimpinya berjualan buku secara online dengan bendera AMAZON. Suatu keputusan besar, keluar dr pekerjaan yg mapan dan prestisius utk memulai sebuah usaha yang serba tidak pasti.

APA KIRA-KIRA TOP LIST RMF yang membuatnya seberani itu?
Top listnya adalah dia tidak ingin di usia 80 tahun kelak. Ia menyesal karena selagi muda dahulu, ia mengabaikan revolusi teknologi informasi yang sedang mengguncang dunia. Ia tidak ingin hanya jadi penonton revolusi zaman. Ia harus jadi pemain utamanya.

20 tahun berlalu. Di Tahun 2015. Jeff Bezos kini punya kekayaan lebih dari 650 trilyun rupiah. Ia pun menjadi orang terkaya ke-5 di dunia versi Forbes.

JADI…
Apakah yang kira-kira akan membuat kita menyesal di umur 80 tahun kelak? Sudahkah kita pernah memikirkannya?

#entrepreneur #wirausaha #amazon #jeffbezos #iframerental #bermimpi #mimpi #quote

Menjadi seorang entrepreneur

01“Menjadi seorang entrepreneur, adalah memilih untuk menjalani bertahun-tahun kehidupan yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang lain. Kerja non-stop, tidak punya waktu libur, pendapatan yang tidak menentu (kadang kurang, kadang juga berlebih), was-was usaha ambruk dan gagal, ga punya status sosial yang tinggi di depan orang tua/mertua/masyarakat, dsb.

Tapi… ya inilah jalan yang harus kita tempuh, kita membayar mahal kebahagiaan esok hari. Agar sisa hidup kita kelak, bisa dijalani seperti yang tidak dapat dirasakan oleh orang kebanyakan.

Usaha Jalan, Kitanya Jalan-Jalan.”

Generasi Baru Indonesia

Social-EntrepreneurshipArtikel ini merupakan Juara 3 Lomba Karya Tulis YellowPages (SemangatBerbisnis.Com)

“Manusia yang paling bernilai adalah mereka yang paling banyak manfaatnya”
Quote  di  atas  adalah  saduran  sebuah  hadits  terkenal,  yang  saya  kira  maknanya  begitu universal.  Layaknya  smartphone,  smartphone  yang  paling  mahal  (baca:  bernilai)  tentulah yang  paling  banyak  fiturnya  (manfaatnya). Manusia  pun  seperti  itu, manusia  yang  paling  bernilai  adalah  mereka  yang  paling  banyak  manfaatnya.  Oleh  karena  itu,  semua  harus menyadari  bahwa  kehidupan  ini  bukanlah  untuk  ‘aku’  melainkan  untuk  ‘kita’.  Seorang manusia akan semakin bernilai ketika dia makin bermanfaat untuk sebanyak mungkin orang.

Sebentar, sebentar, lalu apa hubungannya kok kita tiba-tiba bicara soal nilai dan manfaat seorang manusia dengan penggunaan judul ‘Generasi Baru Indonesia’?   Klik untuk melanjutkan