Kondomisasi

Tolak Kondom

Posting ini sebenarnya hanya copas dari status Facebook saya. Ketimbang hanya dibaca friends saya, saya pindah kesini biar bisa dibaca lebih luas. Semoga mencerahkan…

Saya mencoba membaca program peduli HIV/AIDS via program pembagian kondomisasi gratis lewat perspektif Penyuluhan Pembangunan Modern. Bagi saya sendiri, sebenarnya susah untuk menyatakan program kondomisasi ini bakal sukses (jelas saja sudah banyak yang nolak). Setidaknya karena 3 hal:

1. Top-down -minded. Program tidak didasarkan pada kebutuhan masyarakat, tapi lebih kepada program pemerintah/kementerian yang dipaksakan. Tanpa partisipasi masyarakat, suatu program hanya akan jadi pajangan. Masyarakat tidak punya rasa memiliki, tidak jg merasa terbebani utk ikut mensukseskan.

2. Tidak jelas benefitnya. Masyarakat yang jadi sasaran tidak diberi pemahaman apa untungnya pake kondom. Kalau isunya utk menghindari AIDS. Ngapain orang yg sudah nikah perlu pake kondom? Sebelum nikah kan udah ada cek kesehatan. Kalau belum nikah, ngapain dikasi kondom gratisan? buat mainan balon gitu??

3. Salah sasaran. Masak 25 M hanya dipake buat beli kondom? Bonus Bus bergambar JUPE lagi. *hadeh… Ketimbang untuk beli kondom, mending perbaiki dari akarnya! Misal untuk pendanaan sosialisasi/kampanye seks HALAL (kampanye seks aman aja ga cukup!). Boleh lah, untuk subsidi jomblo2 yang mau nikah, ada banyak tuh. Kalau perlu kasi modal buat wirausaha/bekerja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s