Sejarah Singkat SD Muhammadiyah Kupang

Lama saya mencari sejarah SD kita yang tercinta ini, SD muslim pertama di Kupang, NTT. SD ini sarat dengan kenangan masa kecil, karena kenangan di masa kanak-kanak memang tidak pernah bisa terhapuskan. Beruntung, ketika ‘pulang kampung’ ke Kupang awal Mei 2011 kemarin saya mendapatkan buku berjudul “Kiprah Perjuangan Muhammadiyah NTT” tulisan Bapak Zainuddin Achied (Mantan Ketua Umum PW Muhammadiyah NTT). Di dalamnya ada beberapa bagian yang bercerita tentang SD kita ini. Bagian-bagian tersebut akan saya ceritakan ulang, khususnya mengenai SD Muhammadiyah.

SD Muhammadiyah di Kupang merupakan sekolah yang dirintis oleh H. Imran Usman pada tahun 1960-an. Ketika itu beserta TK ABA, SD Muhammadiyah menggunakan bagian dari rumah beliau di Kampung Solor. Ikhtiar pendirian sekolah tersebut kemudian diperkuat dengan hadirnya beberapa guru dari Jawa seperti M. Qisthian Anwar, Suyono dan Kasirun pada tahun 1967. Selanjutnya, TK ABA tetap menggunakan rumah H. Imran Usman sedangkan SD Muhammadiyah berada di gedung milik masyarakat Kampung Solor yang sekarang telah menjadi Gedung Kelurahan Solor. Gedung SD Muhammadiyah ketika itu kurang layak digunakan, karena berada di samping pasar Kampung Solor dan bila malam digunakan untuk gudang penampungan barang dagangan.

Ketika itu pembiayaan TK ABA dan SD Muhammadiyah selalu defisit. Sehingga, pembiayaan pun banyak bergantung pada donatur, semisal H. Sallah Sagran (pemilik Toko Buku Cempaka Wangi). Beliau juga kemudian menghibahkan tanah dan rumah di Jl. Sumatera, Tode Kisar. Selain itu ada juga Syamsuddin (Kepala Waskita Karya Kupang) yang menjadi donatur beras untuk guru-guru Muhammadiyah.

Pada tahun 1979, akhirnya gedung milik masyarakat Kampung Solor yang semula digunakan untuk PGAN diserahkan kepada SD Muhammadiyah berkat jasa Mahyan Amaradha (Lurah Kampung Solor). Gedungnya pun ketika itu masih bebak yang sudah rapuh. Baru pada tahun 1980-an, gedung itu direhabilitasi dengan dana swadaya masyarakat dan bantuan dari Bupati Moningka. Praktis setelah itu, animo masyarakat meningkat tajam untuk menyekolahkan anaknya di SD Muhammadiyah.
Hari ini, SD Muhammadiyah telah jauh pesat berkembang. SD Muhammadiyah di Kampung Solor, pun kini tidak lagi ‘kumuh’ seperti tahun 90-an dulu. Lantainya sudah dikeramik dan toiletnya pun sudah jauh lebih bersih. Selain itu, SD Muhammadiyah juga telah memiliki sekolah cabang di daerah Walikota, dengan Kepala Sekolahnya Ibu Nur Nelis Pua Upa (dahulu guru kelas 1 & 2 SD Muhammadiyah Kampung Solor).

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah pun masih dipegang oleh Bapak Qisthian Anwar, sekaligus wali kelas 5 & 6. Sosok luar biasa ini, kini umurnya telah mencapai 62 tahun (kelahiran 1949) namun masih tetap bersemangat mendermakan dirinya untuk pengembangan sekolah. Selain itu, beberapa guru yang pernah saya temui sudah banyak yang berpindah. Ibu Lilik menjadi guru di SMK Negeri Kupang, Ibu Nur Nelis menjadi Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Kupang, Ibu Khadijah pulang ke Flores, Bapak Yusuf Gurung menjadi PNS di Depag, Bapak Ilyas Bebe menjadi Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah, dsb.

Saya tidak akan melupakan SD ini sampai kapan pun. Kenangan tempo dulu, bermain bola ketika istirahat, beli salome, bermain benteng, bermain kapal-kapalan, mengambil jatah makan, ditabok Pak Anwar, dan masih banyak kenangan lainnya.

Sebagai alumni, saya hanya bisa mendoakan semoga guru-guru dan semua pejuang yang telah membesarkan SD ini semoga terus dilimpahi rahmat dan barokah oleh ALLAH SWT. Semoga alumni-alumni dimana pun berada bisa terus berkarya setinggi mungkin, agar harum pula nama almamater SD Muhammadiyah Kupang.

Muhammad Zulfi Ifani (aka. FANI)
Bersekolah di SD Muhammadiyah Kupang 1994-2000

 

Note Grup & Fanspage SD Muhammadiyah Kupang di Facebook:

1. Grup SD Muhammadiyah Kupang

2. Fanspage SD Muhammadiyah Kupang

 

 

 

6 thoughts on “Sejarah Singkat SD Muhammadiyah Kupang

  1. Wah bagus tulisanmu mas zulfi, bisa jadi laskar pelangi jilid 2
    mash ingat to ama aku..??
    dah selesai po belum…??
    gimana KKN nya di lombok…??

  2. Assalamualaikum Wr.Wb…. sebelumnya perkenalkan nama saya rahmadiana dan biasa dipanggil diana… saya juga alumni SD Muhammadiyah Kupang… terus terang saya terharu n menitikkan airmata ketika membaca tulisannya… saya jadi teringat masa-masa SD dulu dari tahun 1988 – 1994 dan kamu berarti adek tingkat saya jauh dibawah saya…mungkin lebih akrab kalo saya sebut kamu dengan adek…saat adek masuk kelas 1 sd saya baru saja lulus SD. Benar katamu…banyak kenangan lucu n manis selama bersekolah di SD Muhammadiyah Kupang…baik kenangan bersama teman-teman maupun guru-guru…. dari nama guru-guru yang disebutkan diatas yang aku kenal cuma pak anwar dan ibu nur pua upa…pengen rasanya main kesana…tapi sekarang aku dah hijrah ke jakarta…. kira-kira pak anwar dan ibu nur masih ingat gak ya sama aku…?hehehe…btw kamu masih sering pulang kekupang ya?…ntar kalo pulang sampaikan salam saya u/pak anwar….oya btw pak anwar dah married belum ya…?hehehe….wah sekarang tampaknya sekolah kita sudah jauh sangat lebih baik bangunannya dari sebelumnya saat masih bersekolah di SD Muhammadiyah…walaupun bangunan sekolahnya kurang baik…tapi dulu aku bangga menjadi siswa SD Muhammadiyah meskipun saat ujian Ebtanas digabung dengan SD lain…(SD Don Bosko)….Setelah tamat SD aku melanjutkan ke SMP Negeri I Kupang, Kemudian SMU Negeri I Kupang n aku mengambil gelar sarjanaku di Universitas Muhammadiyah Malang….(kembali ke asal – muhammadiyah lagi)….oya aku juga jadi ingat pak anwar dulu suka membawa mistar besi pendek kemana-mana baik saat apel pagi maupun ngajar utk hajar murid yang bandel…. hehehe… aku salut n bangga pada pak anwar n ibu nur, mereka sangat luar biasa…kiprah mereka dalam membangun pendidikan di kupang khusunya utk sekolah islam patut diacungin jempol, kita selain belajar ilmu dunia kita juga diajari ilmu akhirat (setiap hari saat mulai belajar dan mau pulang selalu membaca Surat Al Fatihah, Surat Wal Asri, n doa sapujagat)…bahkan sampai umur mereka dikepala 60, masih tetap semangat memajukan anak bangsa…. merekalah yang disebut sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”…. terlebih ibu nur, beliau sangat sabar mengajar murid-muridnya kelas 1 SD belajar membaca dan berhitung….. Semoga SD Muhammadiyah Kupang selalu jaya n terus maju….semoga Allah selalu melimpah rahmatnya kepada para guru-guru kita yang telah berhasil mendidik kita sehingga kita bisa menjadi seperti saat ini bisa berdiri dikaki sendiri…hanya Allah yang bisa membalas jasa-jasa mereka….”Ya Allah berilah Rahmat-Mu, Kasih Sayang-Mudan Ampunilah segala Dosa guru-guru kami dan kedua orang tua kami yang telah banyak berjasa didalam kehidupan kami…amin….”Robbana Attinah Fiduniyyah Hasanah Wafil Akhirotil Hasanah Wakina Adja
    bannar…amin…amin…amin…ya Robbal alamanin….” terimaksih guru-guru kami….:)

    Good luck juga buat kamu ya dek…. semoga kita bisa menjadi kebanggaan kedua orang tua kita dan guru-guru kita…amin…

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    yang bandel…apakah tradisi itu masih sampai sekarang ? aku salut sama pak anwar n ibu nur pua upa, beliau berdua memiliki dedikasi yang tinggi dalam bidang pendidikan..bahkan sampai umur beliau yang telah mencapai kepala 60, beliau masih aktif n semangat….beliaulah berdua yang patut disebut sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa

  3. Mas Zulfi, saya lagi cari nama-nama Hotel di Kupang sekitar tahun 60an, dan oleh Google saya dibawa ke sini. Kebetulan saya ini besar di Kampung Solor, jadi saya kenal beberapa nama tetua Kampsolo dan tempat-tempat yang mas Zulfi sebutkan. Sayang saya tinggalkan Kupang tahun 1969 jadi nama-nama guru yang mas Zulfi sebutkan saya tidak kenal. Cuma tolong ya, Aba Haji Mahyan itu tetangga kami, dan putra-putri beliau sudah seperti adik-adik saya saja. Makanya saya tahu kalau nama beliau anda salah tulis. Yang benar, Haji Mahyan Amaradja, bukan Amaradha. Saya juga tahu siapa pak Haji Imran pemilik Hotel Rahmat (kalau tak salah ingat nama Hotelnya). Di Kupang kemarin, saya masih jalan dari Warnet di Jl Kartini lewat Jl. Iman Bonjol lalu jalan potong lewat Kampsolo untuk temui beberapa tetangga yang masih ingat saya. Terima kasih atas ceritera ini yang membangkitkan kenangan kampung tempat saya dibesarkan. Semoga sukses.

    • Makasih buat koreksinya, pak.
      Tulisan ini saya kutip & rangkum dari buku yang saya sebutkan di atas.
      Sepertinya memang perlu banyak koreksi & verifikasi.

      • assalam. ka zulfi akhirnya sy menemukan kakak kelas sy sewaktu di sd muhammadiyah kupang ini. jujur semenjak sy pindah sekolah saat kenaikan kelas 6, sampai saat ini sy benar” lose contact dg teman-teman sekelas sy. alhamdulillah sy menemukan artikel kak zulfi ini. dimana di sini sy melihat kondisi ruang kelas sd sy dulu sudah sangat lebih baik dibanding th 2000 (sewaktu sy kelas 5 sd). jika kk berkenan boleh gak sy meminta alamt email atau contact kk lainnya?agar sy mudah sewaktu-waktu ingin berkomunikasi atau bersilaturahim melalui kk dalam hal sd muhammadiyah ini..terimakasih

  4. salut buat ka fani yang dengan apiknya membuat tulisan mengenai SD tercintaku…
    hanya bisa meneteskan air mata ketika membaca tulisan ini, saking rindunya saya dengan kota kelahiranku beserta isi-isinya.

    rindu ketika apel setiap pagi sebelum masuk kelas
    rindu ketika beli jajan buah warna ungu yang dijual disebelah sekolah, yang nama buahnya pun saya sudah lupa =))
    rindu salome, buah kajoas, nasi kuning yang dijual disana
    rindu ketika menunggu jemputan dibawah pohon asam sebelah lapangan sekolah sambil makan buah asam yg jatuh dr pohonnya
    rindu umy, soligi, ifa, akbar, lia, tiara, rizky, mustofa timur dan teman teman seperjuangan saya yang lain yang sering main benteng, siki doka, karet, gambar, kelereng bersama =))

    jika ka fani masih sering berkunjung kesana, titipkan salam hormatku untuk guru-guru tercintaku disana (yang masih saya ingat baik itu hanya pak anwar dan bu nur)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s