EL’S COMPUTER atau SMART, Mana Yang Harus Disalahkan?!

Setelah membaca posting saya yang berjudul “Kecewa Warnet SQUARENET Yogyakarta”, Bapak saya mengatakan, “Uang 11 ribu aja kok diributkan?”. Buat saya ini bukan masalah 11 ribu, itu nominal yang sepele. Tapi, jauh lebih dari itu ini masalah hak konsumen. Kita sebagai konsumen melihatnya sebagai urusan personal, tapi bagi mereka ini adalah urusan massal (bisa jadi ada konsumen-konsumen lain yang juga dikerjai). Prinsip dasarnya, konsumen adalah raja!

Cerita pun berlanjut, pada Sabtu (15/01/11) saya harus menemani kakak saya (Zulfa) untuk membeli modem baru. Berhubung adik saya (Uta) sudah punya modem AHA. Saya pun menyarankan kakak untuk membeli modem lain, SMART tepatnya. Lagipula, SMART juga tergolong handal selama ini.

Kami pun pergi ke EL’S Computer di Jl. C. Simanjuntak, Yogya. Kebetulan di sana sedang promo modem. Singkat cerita kami pun membeli modem SMART seharga 560ribu. Harga yang miring mengingat iklan di internet menyebutkan harga modem tersebut 599 ribu – siapa yang lalu tidak tergiur? Selesai dan kami pulang untuk mencobanya.

Di rumah, TERNYATA, modem itu selalu menolak untuk connect. Di layar pun hanya terlihat sinyal CDMA 1x, bukan EVDO. Padahal saat itu kami mencobanya dari daerah Ambarrukmo. Kecewa tentu. Tambah KECEWA LAGI, ketika melihat di inbox modem (di dalam RUIM Simcard) ada sms dari 4444 yang menyatakan bahwa modem  & simcard itu sudah diaktifkan sejak tanggal 25 November 2010. APA-APAAN INI?!

Segera saya kembali ke El’s dan melaporkan hal ini. Tapi, tanggapannya urusan ini harus diselesaikan di kantor perwakilan SMART. Menurut El’s, mereka hanya menerima stok apa adanya dari SMART. Okelah kalau begitu… Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 15.00, saya pun bergegas ke Kantor SMART di daerah Balaikota, sembari berharap kantor tersebut masih buka. Alhamdulillah, masih buka…

Di sana, jawaban dari CS-nya lagi-lagi mengecewakan saya. “Mas, dari SMART jelas tidak bertanggungjawab untuk hal ini. El’s yang seharusnya”. Alasan mereka, karena modem tersebut tidak dibeli di gerai SMART, terlebih lagi ternyata bungkus plastik kardus modem pun tidak asli. Disinyalir ini adalah barang bekas. Saya pun diminta ke El’s untuk klaim.

Apa boleh kemarahan saya pun memuncak.

Setibanya di El’s saya pun menyemprot penjaga lapak modem. “Mas, ini barang baru bukan sih?!”.

“Iya mas, ini barang baru. Sama seperti lainnya.” Jawabnya.

“Lha terus gimana lagi, SMART menolak untuk bertanggungjawab? GA MUNGKIN KAN INI KESALAHAN SAYA?! Saya kan hanya pembeli”.

Ujung-ujungnya, El’s bersikukuh bahwa mereka hanya mendapat stok modem tersebut dari SMART. SMART yang seharusnya bertanggungjawab. Saya mencoba meminta ganti modem baru atau sekalian refund, tapi ditolak mentah-mentah oleh pihak EL’s.  Seharusnya pada kondisi ini saya sudah memaki-maki mereka, tapi untungnya masih bisa menahan diri.

Walhasil, ELS hanya menjanjikan untuk menyervis modem tersebut andai rusak. Akan tetapi untuk chip harus diklaim ke kantor SMART. Andai harus ganti chip/simcard, artinya saya PASTI kehilangan bonus unlimited 30 hari senilai 140 RIBU!

Lalu, untuk kedua kalinya saya pun ke kantor SMART. Sudah hampir jam 17.00, menjelang tutup. Saya mencoba bercerita apa adanya dengan kondisi tubuh yang sudah kelelahan (total dari jam 10 pagi sampai 5 sore saya naik motor berputar-putar). Di sana, masih seperti yang tadi SMART menolak bertanggungjawab. Namun bersedia meneliti kondisi modem tersebut. Hasilnya:

–          Modem tersebut masih bisa digunakan, saat diisi simcard lain.

–          Simcard SMART bawaan saat membeli memang sudah rusak. Kondisinya bahkan sudah melengkung.

–          SERIAL NUMBER di modem dan kardus ternyata BERBEDA! (entah ini kegilaan macam apa lagi?)

Sampai malam ini, saya belum bisa online dari modem tersebut. Kerugian secara nominal, ada 140 ribu (bonus internet unlimited), ditambah 15 ribu (beli simcard baru), ditambah 75 ribu (isi pulsa untuk internet unlimited sebulan). Total 230 RIBU kami merugi. Dan entah harus kepada siapa kerugian ini dilimpahkan…

Yang jelas, baik di EL’S maupun di SMART saya sudah mengatakan bahwa saya akan mengirimkan surat pembaca ke koran-koran nasional dan lokal. Bahkan kalau perlu tuntutan hukum (semoga ada yang bisa membantu saya untuk hal ini). Saya merasa hak-hak konsumen diabaikan dalam hal ini. Untung dalam hal ini saya sedikit paham dan punya keberanian untuk berteriak dan marah-marah. Dan seharusnya konsumen memang harus seperti itu! Tidak perlu takut berteriak bila memang benar…

 

UPDATE 16 JANUARI 2011

Sore hari pihak EL’S telah menelepon saya. Kesepakatannya modem saya akan diganti yang baru. Dan yang “bekas” kemarin akan mereka klaim ke SMART. Menurut mereka ini benar2 mencemarkan nama baik mereka. Mereka hanya agen yang menjualkan stok.

 

UPDATE 17 JANUARI 2011

Alhamdulillah, modem sudah ditukar dengan yang baru oleh pihak EL’S Computer. Selanjutnnya, EL’S menyatakan mereka yang akan menuntut ke SMART. “Monggo silakan, saya sudah selesai dengan kasus ini…”

Sedang, Pihak SMART dari Jakarta yang menelepon saya tadi menyatakan mereka curiga ada permainan di distributor. Dikarenakan mengejar target penjualan, modem diaktifkan, lalu dibungkus kembali.

4 thoughts on “EL’S COMPUTER atau SMART, Mana Yang Harus Disalahkan?!

  1. Ada Undang-Undang Perlindungan Konsumen Zul, bagus buat kutipan kalau mau dikirim ke surat pembaca

  2. pengalaman anda moga jd pencerah bagi mereka yang “senasib” namun ndak berani melapor /komplein ,pelajaran untuk para penjual untuk lebih “tulus” melayani kastemer..,tq

  3. siPPP!!!!! Salut atas KEBERANIANNYA@…!

    “MEMANG SEHARUSNYA BEGITU”

    Kalau tidak maka kita yang akan diinjak2.,..he
    Masa’ kita yang beli n Qt juga yang disalahin.,,..Enak aje!!!!

    Berani jual harus berani TANGGUNG JAWAB!!!!! konsumen adalah RAJA,.,.,HAHHAHAHHAHA
    kalian kaya gara2 kami,….
    gt aja Thx..,…

    maep bile ade saleh2kate,…he

  4. Mentalitas pebisnis kita memang belum bagus. Yang penting diri sendiri untung, perkara konsumen mau rugi terserah.

    Kadang kalau kita komplain bukannya diperlakukan dengan baik malah kita yang diperlakukan seperti tersangka & dicurigai.

    Pengennya untung besar, bisnis lancar jaya, tapi males kalau soal tanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s