Menonton Langsung Final Piala Indonesia

Menonton langsung pertandingan sepakbola di stadion bisa jadi merupakan pengalaman pertama bagi saya. Sebelumnya, saya memang sebatas menonton dari layar kaca.

Nah, karena memang belum berpengalaman, saya terpaksa membeli tiket dari calo dengan harga yang cukup tinggi karena telat antri di ticket box. (Padahal, jarak antara saya membeli tiket dengan buka ticket box hanya selisih sejam. Saya yakin ini pasti karena ada mafia tiket.)

Asyiknya, dengan menonton langsung saya benar-benar merasakan aura pertandingan yang sebenarnya: panas di dalam maupun di luar pertandingan. Pemain yang sedang mati-matian mengejar hasil, bisa melakukan tindakan apa saja demi memenangkan pertandingan. Sikut-sikutan, tackle keras, sampai tendangan kungfu dari Noh Alam Shah yang berbuah  kartu merah. Penonton pun seakan tak mau diam. Wasit yang mengadili di tengah lapangan ditekan sedemikian rupa dengan beragam caci dan maki (saya tidak yakin suara caci makian itu terdengar dari layar kaca, padahal dilakukan dengan koor). Wajar saja bila wasit sekelas Pak Jimmy Napitupulu yang berlisensi FIFA, sampai kewalahan. Bagi saya, kalau begini terus keadaannya, bagaimana mau maju sepakbola kita? Itu hanya mimpi.

Nah, ini ada oleh-oleh beberapa jepretan kamera saya.  Bagi yang punya Facebook bisa klik di sini. Tapi kalau yang ga punya ini bisa ditonton:

Setelah agak sepi stadionnya

Di tengah Aremania

Polisi yang kecapekan setelah berjaga

Suasana arak-arakan Piala


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s