Memahami Situs Jejaring Sosial

Situs Jejaring Sosial (Social Network Sites) seperti MySpace, Facebook dan Friendster adalah fenomena di dunia internet, bukti fenomenanya adalah ratusan juta pengguna internet yang tertarik mengaksesnya. Facebook misalnya, hanya dalam waktu 6 tahun sejak 2004 telah mencapai 500 juta pengguna. Dalam banyak kasus, sebagian besar penggunanya adalah pengguna adiktif yang tiap hari selalu, bahkan tiap waktu selalu mengaksesnya.

Sampai saat ini, ada lebih dari ratusan situs jejaring sosial dengan bermacam fasilitas yang dibutuhkan oleh para penggunanya. Kebanyakan situs tersebut merupakan kepanjangan kehidupan dari jaringan sosial dunia nyata yang telah ada sebelumnya. Namun, juga melayani berkumpulnya berbagai kelompok yang memiliki minat yang sama berdasar ras, gender, agama, olahraga, sampai kepentingan sosial dan politik.. Situs jejaring sosial ini juga sangat bervariasi, tergantung sejauh mana kemampuan mereka untuk mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi yang terbatu seperti mobile phone, blogging, dan sharing foto / video.

Dalam Journal of Computer-Mediated Communication Danah M. Boyd dan Nicole B. Ellison merumuskan apa yang disebut sebagai situs jejaring sosial[1], sebagai:

“… social network sites as web-based services that allow individuals to (1) construct a public or semi-public profile within a bounded system, (2) articulate a list of other users with whom they share a connection, and (3) view and traverse their list of connections and those made by others within the system.”

(Situs jejaring sosial adalah layanan berbasis web yang mengijinkan tiap individu penggunanya untuk (1) membuat profil publik atau semi-publik dalam sebuah sistem yang terbatas (2) mengartikulasikan daftar pengguna lain yang telah berbagi koneksi dengannya, dan (3) melihat dan melintasi daftar koneksi yang telah dibuat oleh pengguna lain di dalam sistem)

Selain definisi tersebut, ada ciri-ciri tambahan dari sebuah situs jejaring sosial -untuk membedakannya dengan jejaring sosial lain yang pernah ada sebelumnya seperti milis, forum diskusi dan ruang chat. Situs jejaring sosial memiliki ciri-ciri khusus sebagai berikut[2]:

  1. Pada situs-situs tersebut, anggota membuat dan mengelola profil pribadi yang kemudian dapat dikaitkan dengan profil anggota lainnya.
  2. Adanya jaringan/grup “teman” atau “kontak” untuk berbagi minat yang sama, tujuan bisnis, sosial, politik, atau kepentingan akademis.
  3. Secara mendasar, setiap jaringan sosial memungkinkan pengguna untuk mengomentari salah satu profil lain, mengirim pesan pribadi dalam jaringan, dan mengunjungi profil anggota yang terhubung dengannya.
  4. Situs jejaring sosial yang lebih canggih memungkinkan penggunanya untuk melengkapi profil mereka dengan audio dan video klip, dan perangkat lunak (software) untuk membuat aplikasi (widget), seperti kuis, manipulasi foto sampai Al Qur’an digital sekalipun.

Dari definisi dan ciri-ciri yang telah disebutkan, maka yang masuk dalam kategori situs jejaring sosial pertama adalah Classmates.com dan Sixdegree.Com[3]. Classmates.com didirikan pada tahun 1995. Promosinya cukup agresif dengan menggunakan iklan pop-up untuk menarik pengguna internet. Situs ini bertumpu pada jaringan sosial yang telah ada antara alumni sekolah, perguruan tinggi, dan tempat kerja.

Sedangkan, Sixdegree.com lahir pada 1997. Berbeda dengan Classmates.com, Sixdegree.com benar-benar menawarkan fitur-fitur “khas” jejaring sosial bagi para penggunanya. Penggunanya dapat membuat profil untuk diri mereka sendiri, memelihara daftar kontak teman-teman, dan dapat saling berhubungan satu sama lain melalui pesan pribadi.

Akan tetapi, pada tahun 2000 Sixdegree.com akhirnya mati[4]. Kegagalan Sixdegree.Com ini menurut para pengamat dikarenakan kehadirannya yang terlalu cepat melampaui zamannya. Selain itu, ketidakmampuan pengelola Sixdegree.com untuk menghasilkan profit dari jumlah pengguna yang telah mencapai 3 juta juga merupakan sebab keruntuhan situs ini. Ketidakampuan tersebut, ini dibuktikan dengan booming kembali situs-situs jejaring sosial sejenis pada tahun 2001, semisal Ryze.com.

Ryze.com adalah situs jejaring sosial yang secara khusus membantu para penggunanya memanfaatkan jaringan bisnis. Sembari Ryze.com berkembang, muncul pula beberapa situs jejaring sosial yang lain seperti Tribe.Net, LinkedIn dan Friendster.com. Keempat situs jejaring sosial tersebut memiliki keyakinan bersama: bahwa mereka akan terus hidup, tanpa harus berkompetisi,. Caranya tentu dengan mengambil ceruk pasar yang berbeda.

Pada akhirnya, justru Ryze.com tidak pernah berhasil menarik massa. Sedangkan, Tribe.net mampu tumbuh untuk menarik basis pengguna yang bersemangat muda, LinkedIn menjadi layanan bisnis yang kuat, dan Friendster yang mengawali dari situs jejaring untuk kencan menjadi sangat populer untuk ceruk pasar yang amat luas.[5]

Selain, ketiga situs jejaring sosial tersebut masih ada MySpace.Com[6]. Situs ini, memiliki demografi pengguna dari kalangan anak muda. Karena menjadi tempat band-band dan para penyanyi untuk berhubungkan dengan para penggemar, sekaligus pula untuk promosi lagu dan video baru. Kelebihan lain darinya adalah ketersediaan infrastruktur yang sangat menunjang untuk pertumbuhan eksplosif. Pada 2007 lalu, pengguna MySpace.Com tercatat telah mencapai 70 juta.

Dan, di tahun 2004 lahirlah Facebook yang di kemudian hari menjadi situs jejaring sosial paling dahsyat dalam sejarah manusia. Situs ini dibuat oleh Mark Zuckeberg. Secara umum tidak ada perbedaan mendasar antara Facebook dengan situs jejaring sosial lainnya. Pengguna yang terdaftar dapat membuat profil, mengunjungi halaman profil teman, memberi komentar, upload foto dan media lainnya. Namun, yang membuat Facebook lebih menarik adalah penekanan pada nama asli dan e-mail), atau koneksi yang dapat dipercaya (trusted connection)[7].

Adapun historiografi dari sejarah situs jejaring sosial adalah sebagai berikut (tidak semua situs dapat ditampilkan, hanya beberapa saja yang dianggap penting, klik untuk memperbesar):

Danah M. Boyd dan Nicole B. Ellison (2007)


[1] Danah M. Boyd dan Nicole B. Ellison. 2007. “Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship”. Tearsip di http://jcmc.indiana.edu/vol13/issue1/boyd.ellison.html

 

[2] Michael Ray. “Social Networking—Making Connections on the Web.” Encyclopædia Britannica.  Chicago: Encyclopædia Britannica, 2009.

[3] Michael Ray. Ibid

[4] Awal tahun 2000 menjadi antiklimaks masa booming bisnis berbasis dot kom (dot kom bubble). Namun, bersamaan dengan itu pula. Banyak situs dot kom yang mati karena ketidak siapan para pengelolannya untuk masuk ke dunia bisnis. Kejadian ini merupakan pukulan telak bagi para investor dan juga para pengusaha yang bergerak di bidang dunia maya karena dalam sekejap miliaran dolar menghilang menyebabkan berbagai perusahaan bangkrut, peralatan disita sampai dengan lisensi dicabut.

[5] Danah M. Boyd dan Nicole B. Ellison. 2007. Ibid

[6] Michael Ray. Ibid

[7] K. Anne Ranson. “Zuckerberg, Mark.” Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica 2009 Student and Home Edition.  Chicago: Encyclopædia Britannica, 2009.

4 thoughts on “Memahami Situs Jejaring Sosial

  1. izin di copy postingnya pak ??

  2. Pingback: SOCIAL MEDIA VS. SOCIAL NETWORKING « Social Life

  3. Pingback: SOSIAL MEDIA VS SOSIAL NETWORKING | dwiprasetyou

  4. Pingback: Tinjauan Etika Kristen: Situs Jejaring Sosial | fabiovalentino

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s