Objektifikasi Tekanan Kepada Israel

Penembakan atas kapal Mavi Marvara dari Armada Freedom Flottila pada 31 Mei lalu meneguhkan keyakinan kita, bahwa Israel benar-benar telah kehilangan hati nuraninya. Seharusnya tidak ada ampun lagi dari dunia internasional atas tindakan biadab ini.

Penembakan tersebut hanyalah secuil kekejaman Israel atas tanah Palestina selama lebih dari 60 tahun terakhir. Selama itu pula, bangsa Palestina tak hanya kehilangan kebebasannya, jutaan warganya pun dibantai (genocide) hingga harus terusir dari tanahnya sendiri. Walhasil pasca lahirnya Israel, tidak pernah ada lagi kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai HAM bagi bangsa Palestina.

Selama 60 tahun pula tekanan terhadap Israel tak henti-hentinya didenggungkan. Akan tetapi, dengan begitu mudahnya Israel acuh. Amerika pun selalu berdiri di belakang untuk memberikan justifikasi akan segala tindakan Israel. Selain itu, lokalisasi isu perang Islam vs Yahudi menjadikan dunia internasional tersekat-sekat. Opini yang berkembang pun lebih berkisar pada kewajiban negara-negara Arab dan Islam untuk menolong Palestina. Padahal, seperti yang kita ketahui Liga Arab maupun OKI (Organisasi Konferensi Islam), benar-benar mandul dalam menghadapi Israel. Kalaupun ada resolusi, tidak lebih dari retorika yang hilang bersama angin.

Oleh karena itu, menurut saya demonstrasi, aksi dan boikot tidak akan pernah cukup untuk menghadapi kekejaman Israel. Harus ada penguatan isu dan wacana terlebih dahulu. Isu yang lama terlokalisasi di area Islam vs Yahudi, harus digeser dulu ke area Israel vs Kemanusiaan. Atau meminjam istilah Kuntowijoyo (2006), yaitu objektifikasi.

Objektifikasi Tekanan

Objektifikasi yang dimaksudkan di sini adalah bagaimana menginternalisasi isu Israel ke tataran masyarakat global, tidak sebatas internalisasi di kalangan muslim semata. Kelopak mata masyarakat global harus dibuka lebih lebar lagi akan kekejaman yang sudah turun temurun dilakukan oleh Israel. Mereka tidak boleh lagi dibuai dongeng holocaust yang dilakukan Hittler pada Perang Dunia Ke-2, yang membenarkan migrasi Yahudi Eropa ke tanah Israel. Kalaupun holocaust itu benar, sangatlah tidak adil bila Israel dibiarkan membalas dendam kepada bangsa lain.

Bila masyarakat global telah terinternalisasi. Tentu akan lebih mudah untuk memberikan tekanan global kepada Israel. Saya yakin, tekanan masyarakat global akan menjepit Israel. Dan, serangan terhadap Mavi Marmara kemarin seharusnya jadi momentum kepada dunia internasional untuk menyatukan suara. Mengingat kapal ini mengangkut relawan dari berbagai negara dengan misi kemanusiaan, tanpa persenjataan, namun secara menyakitkan diserang secara brutal.

Gejala pergeseran isu ini sudah terlihat dengan jelas. Turki misalnya, sebagai negara Islam yang lebih banyak memihak Israel, marah besar setelah sembilan relawanannya tertembak mati. Di Amerika pun keadaan pun tidak jauh berbeda. Politisi Partai Demokrat khususnya, merasa perlu meninjau kembali dukungan Amerika terhadap Israel. Karena semakin lama, Israel justru semakin membebani politik internasional Amerika.

Setidaknya dua gejala ini yang harus ditangkap oleh dunia internasional. Dunia internasional tidak bisa selamanya percaya pada diplomasi dan resolusi damai, yang memang tak pernah ditepati oleh Israel. Harus ada tekanan hebat, salah satunya adalah tuntutan kepada para pemimpin Israel sebagai penjahat perang. Metode ini saya nilai akan efektif bilamana sanggup digolkan, seperti hukuman mati yang pernah terjadi pada Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic dan Presiden Irak Saddam Hussein.

Tuntutan sebagai penjahat perang tersebut kini harus dihembuskan secara massif, agar menjadi tuntutan global. Tidak bisa sebatas digemborkan oleh negara-negara Islam misalnya. Bila opini global sudah terbangun. Sebagai bagian dari dunia internasional, kita akan menunggu siapa saja yang memang menggunakan hati nuraninya. Karena memang kekejaman Israel sudah melebihi besarnya gajah di kelopak mata kita. Menjustifikasi tindakan Israel, sama artinya dengan hipokrasi tingkat ekstrim.

Oleh Muhammad Zulfi Ifani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UGM

4 thoughts on “Objektifikasi Tekanan Kepada Israel

  1. Orang tersihir sama kotak berisi bola mas (TV WorldCup)…

  2. salah satunya cara adalah negara islam bersatu dan menyerang Israel…

  3. memang kayk begitu zionis israel…….
    gak punya perasaan, sak karepe dewe……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s