Urgensi Peran Media Islam (1)

Sebelum memulai diskusi tentang peran media islam. Saya perlu mengajukan sebuah pertanyaan: perlukah umat Islam memiliki media tersendiri? Saya akan membawa ilustrasi dua kasus, yang semoga bisa menjawab pertanyaan mendasar ini.

Kasus Pertama : Poligami vs Zina

Beberapa tahun lalu, ramai diberitakan seorang ustadz terkenal berpoligami. Di saat yang bersamaan pula ada seorang anggota dewan yang terhormat terlibat kasus perzinahan. Dalam kasus ini, kita bisa melihat bagaimana media menempatkan pemberitaan tersebut. Di beberapa media besar (baik televisi maupun surat kabar), ustadz tersebut dipojokkan sedemikian rupa. Respon negatif datang dari segala penjuru. Handphone milik Presiden SBY dan Ibu bahkan sampai hang karena tak mampu menerima sms kecaman. Puncaknya, Presiden meminta Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta untuk merevisi PP Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil. Saat itu, presiden meminta aturan mengenai larangan poligami berlaku untuk seluruh masyarakat.

Di lain pihak, kasus kedua seakan-akan tidak pernah dihukum di muka publik. Ya, jika akhirnya pihak laki-laki (YZ) dicopot dari keanggotaanya sebagai anggota dewan. Namun, pihak perempuan (ME) justru mendadak bintang dari kasus tersebut. Media seakan-akan tidak pernah memberi judgment bahwa tindakan itu salah. Bahkan, seandainya mereka mengaku nikah siri pun, jelas itu lebih dzalim dari poligami yang dilakukan oleh sang ustadz –karena dilakukan diam-diam.

Saya setuju bahwa poligami memang masih debatable. Tapi sejauh apapun debatable-nya, ia jelas lebih baik dari zina, apalagi yang terang-terangan diekspos ke publik. Poligami yang sah (dan meminta ijin kepada istri) oleh seorang ustadz dihabisi. Namun zina terang-terangan malah dibiarkan.

Kasus Kedua : CNN vs Al Jazeera

CNN atau Cable News Network adalah jaringan berita televisi internasional yang didirikan oleh Ted Turner pada 1 Juni 1980. CNN merupakan stasiun berita pertama yang memperkenalkan konsep siaran berita selama 24 jam (mirip MetroTV dan TvOne di Indonesia).

Menurut AC Nielsen, CNN merupakan stasiun berita nomor 1 di Amerika. Stasiun pusatnya terletak di CNN Center, Atlanta. CNN juga memiliki beberapa perusahaan afiliasi yang membantu menyiarkan beritanya ke seluruh Amerika dan Kanada. Sedangkan untuk tingkat dunia, ada CNN Internasional yang mengabungkan berbagai stasiun afiliasinya dan mampu melayani lebih dari 1,5 miliar penduduk di lebih dari 212 negara.

CNN tak hanya menguasai dunia pertelevisian, karena cakupan berita mereka juga melewati dunia televisi satelit, website dan masuk ke berbagai surat kabar.

Akar dari kesuksesan CNN adalah pengalaman yang luar biasa dalam meliputi perang. Antara lain perang teluk yang menjadi titik tolak keberhasilan usaha pemberitaan mereka, siaran langsung terjadinya peristiwa 9/11, perang di Afghanistan hingga liputan khusus perang di Irak dan Palestina. Perang Gurun I tahun 1991 misalnya, mampu mengangkat CNN sebagai stasiun berita (yang dianggap sangat obyektif) dengan dukungan lebih dari 60% pemirsa.

Namun, di balik semua keberhasilan itu. Tidak surut pula kritik yang mencuat. Apalagi pada akhir-akhir ini kritik kepada CNN begitu luas berkembang. Garin Nugroho pada harian Kompas menuturkan bahwa CNN merupakan salah satu alat diplomasi virtual pemerintahan Amerika. Hal ini tak mengherankan, mengingat pemerintah AS menilai media adalah alat yang amat penting dalam mengelola kebijakan politik.

Kritik yang keras mencuat dari keabsahan dan obyektivitas liputannya. Karena CNN seringkali muncul dalam peperangan, namun dengan mengekor tentara Amerika. Mengikuti kemanapun perginya pasukan, bahkan hingga diposisikan layaknya bagian dari tentara.

Selain itu, harus diakui CNN pun sangat mendukung opini yang dilontarkan Bush dalam mendefinisikan siapa teoris siapa pembela kebenaran layaknya God versus Evil. Yang dengan segala cara menggambarkan semua musuh Amerika dengan ilustrasi yakni sangat menakutkan. Sadam dan Usamah digambarkan layaknya penjahat perang layaknya Adolf Hitler dengan Nazinya.

Namun, berbeda dengan 10 tahun lalu saat perang di teluk CNN berjaya. Kali ini CNN mendapatkan tantangan keras dari stasiun lain, Al Jazeera. Al Jazeera mampu dan berani menampilkan fakta dan pandangan yang berbeda dengan CNN. Inilah yang menjadi titik sentral permasalahan arus informasi. Arus informasi yang tidak seimbang terbongkar ke khalayak umum dan mendapatkan tentangan keras.

Layaknya perang, perang pernyataan antar media, saling menuduh sebagai penjahat perang dan pelanggaran kemanusiaan muncul di televisi oleh kedua belah pihak. Sementara, di berbagai negara, masyarakat kemudian lebih intelek memahami keadaan dengan tidak sekadar mengonsumsi CNN, namun mencoba memahami pemikiran Al Jazeera. Di Indonesia, misalkan stasiun Al Jazeera-Qatar yang pernah direlay oleh Trans 7, tiba-tiba menjadi pilihan populer.

Fakta-fakta sejarah kemudian memperlihatkan betapa CNN sangat subyektif dalam memahami berbagai kasus yang berkaitan dengan pemerintah AS. Padahal tak dapat dipungkiri lagi, ada bermilyar-milyar pemirsa setia CNN yang tentu ”tertipu” dengan berbagai fakta-fakta tersebut.

Apa pelajaran moral dari dua kasus di atas?

Secara simplisistik, inilah alasan mendasar kenapa harus ada media Islam. Siapa yang menguasai media, akan menguasai dunia. Tanpa media yang kuat, Islam pun niscaya tak akan pernah tegak.

Lanjutan…

12 thoughts on “Urgensi Peran Media Islam (1)

  1. iya mas, media informasi saat ini nyaris mengalahkan segala macam senjata dalam ‘perang’ modern saat ini.

  2. iya, mas, sperti yang pernah dikatakan siapa gitu ane lupa, siapa yang menguasai informasi dialah yang menguasai dunia.. hehe.. kurang lebih kaya gitu deh,,

  3. wow menarik mas, mungkin antara metro tv dan tvone perlu menjadi perbincangan hangat… *lama kamu nggak ngampus, ngobrol yok mas hhe

    • berhubung tv menggunakan frekuensi publik. maka seyogyanya, politisasi juga tidak diperbolehkan…

      hehe, udah berapa tahun ya aku ga ngampus??

  4. makasih sudah memberi matei tadi sore mas

  5. mas tuker link yah
    IMM AL-KHAWARIZMI UGM

  6. dilanjut.. gan…

  7. kenapa selalu media yang seolah dikambinghitamkan ya? saya terlanjur menganggap benda berbentuk kotak di sudut ruangan itu sebagai sihir dunia….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s