Nikah Beda Agama??

Saya baru saja membaca artikel tentang nikah beda agama di catatan milik seorang adik kelas. Tentu hal pertama yang saya rasakan adalah keresahan. Yang saya pikirkan hanyalah, bagaimana mencounter pemikiran tersebut, dengan cara yang baik pula namun tetap mengena.

Beruntung, saya pernah mengikuti kajian pemikiran Islam di UGM beberapa waktu lalu (diadakan oleh Pendidikan Kader Ulama Gontor). Di sana, dibahas berbagai macam serangan kaum sepilis (sekuler, pluralis dan liberal) yang ditujukan kepada umat Islam. Mengerikan memang, karena serangan tersebut bersembunyi di balik argumen-argumen yang (terkesan) amat ilmiah dengan referensi yang sangat bejibun.

Mungkin bagi orang awam seperti saya. Susah juga untuk mengcounter. Alhamdulillah, rekan-rekan kita di Insist ataupun PKU Gontor ini telah membantu kita dengan memberikan counter attack yang tidak kalah sengit.

Nah, saya lampirkan makalahnya saja. Selamat membaca…

Abstract:

Pernikahan lintas agama merupakan sebuah realitas. Bahkan Rasulullah SAW sendiri telah melangsungkannya. Pada permulaannya pernikahan lintas agama belum diatur dalam Islam. Setelah turun QS.al-Baqarah: 221 dan QS. al-Maidah: 5, barulah masalah tersebut diatur. Secara normatif ketentuan memperkenankan laki-laki muslim menikahi wanita ahlu kitab, namun wanita muslimah sama sekali tidak diperbolehkan menikahi laki-laki ahlu kitab. Al-Quran membolehkan laki-laki muslim menikahi wanita ahlu kitab untuk dakwah dan hal ini dapat dilakukan pada saat kondisi umat Islam kuat. Inti ajaran Islam adalah memelihara dien,  nafs (jiwa) nasl (keturunan), mal (harta), dan aql (akal). Sehingga, kerusakan terhadap salah satunya harus dihindarkan.

Paham liberalisme yang berkembang di Indonesia telah merusak tatanan ijtihad para ulama fikih mengenai hukum pernikahan lintas agama. Permasalahan hukum nikah lintas agama tersebut didestruk dengan berbagai metodenya. Berangkat dari asumsi yang salah, bahwa pernikahan bukanlah termasuk ibadah dalam Islam, mendekonstruksi makna musyrik, ahlu kitab. Dari asumsi ini melahirkan ‘ijtihad’ baru, yakni seorang muslim baik yang laki-laki maupun perempuan boleh menikahi non muslim secara mutlak. Walhasil, ayat-ayat Allah, hadits nabi serta ijtihad ulama bagi mereka sudah tidak relevan lagi.

Kajian ini cukup penting mengingat upaya pelegalan pernikahan beda agama didukung dengan pemikiran-pemikiran liberal. Dampak pemikiran-pemikiran destruktif yang dilandasi pluralisme akan membuat keragu-raguan umat Islam dalam meyakini kebenaran Islam yang dianut selama ini.  Hal ini tentunya sangat merugikan umat islam.

Silakan didownload:

Konsep Nikah Lintas Agama (A. Romadlan D) >> Format Word 2003

14 thoughts on “Nikah Beda Agama??

  1. jadi nikah lintas agama itu di perolehkan tho mas ?

    Diperbolehkan? Sepertinya anda belum membaca posting saya…
    There’s no argument to allow it, guy..

  2. lha yang seagama sama masih banyak yang ngantri, mosok malah cari yang beda agama…………..

  3. sama yang satu agama aja kadang sering beda pemahaman,
    bagaimana dengan yang tidak?

    ambil ‘produk jadi’ ajalaah…

  4. hmm, terus pan nonton filem My NAme is Khan, gimana perasaanmu Fan?🙂

  5. semoga Tuhan maha adil ,dan tdk memandang pernikahan itu dari segi agama ,tapi dari niat,tujuan,tulus serta ikhlas ,takwakal menjalaninya. walau bagaimana pun rasanya gak adil bila nikah agama itu diharamkan kecuali ada niat negatif didalamnya. mau tdk mau kita hidup berdampingan dgn agama lain,dimana mereka juga mengangap agama mereka benar seperti halnya kalian menggangap agama kalian sendiri.rasanya hidup toleransi itu penting,agama cuma pondasi hidup,beragama tertentu tdk menjamin kita hidup lebih sempurna dan terjamin masuk surga tanpa mengamalkan dan menghargai lingkungan orang2 sekitar kita.jadi marilah kita beribadah sgn kekhusukan masing2 tanpa melihat perbedaan dari agama kita.wassalam.

    • nikah itu ibadah. titik.
      Bagaimana bisa beribadah bila partner hidup kita justru tidak bertuhan kepada ALLAH…???

      Masak kita tega mengatakan pada anak kita besok. “Nak, silakan ibadahnya milih bapak atau dg ibu…”

    • Setuju bgt tuh…
      biar pun menikahi yg seagama kesana cerai melulu buat apa…
      menikah itu karena kasih sayang dan pemahaman sesama lawan jenis.
      Tergantung org nya yg menjalani nya…
      Biar pung kita menganut agama yg terbaik di sejagat alam A/B/C/D/E…tp perbuatan kita seperti binatang buat apa….
      SALAM

      • waduh, ketahuan belum baca tulisan saya nih.
        siaoa bilang nikah beda agama boleh??
        nikah itu ibadah mas.
        masak ibadah, malah bareng orang yg beda agama???
        ga nyambung kali..

  6. belum tentu beragama yg non islam itu buruk lho mas?
    kalau yg punya blog pernah tinggal disekitar orang2 yg beragama lain
    pasti komentarnya beda!
    disini umat non islam menghargai bgt lho orang yg beragam lain dari mereka.
    perlu mas ketahui tak pernah mereka menghasut orang islam untuk memeluk agamanya bahkan melindungi makan minumnya dan ibadahnya.
    apa adil mereka disebut kapir,kopar,kapur?
    menurut saya lagi menikah beda agama harus punya ilmu dan rasa toleran tinngi.

  7. IKUTI aja aturan NYA :
    KAFIR itu Ada DUA (1) AHLUL KITAB (Yahudi / Nasharo) (2) MUSYIRIKAN ( selainnya )
    LAKI – LAKI MUSLIM NIKAH DENGAN AHLUL KITAB : BOLEH
    LAKI – LAKI MUSLIM NIKAH DENGAN MUSYRIKIN : HARAM
    WANITA MUSLIMAH NIKAH DENGAN AHLUL KITAB : HARAM
    WANITA MUSLIMAH NIKAH DENGAN MUSYRIKIN : HARAM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s