Merantaulah Sejauh Mungkin!

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman.

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang.

Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air rusak karena diam tertahan.

Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang.

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa.

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran.

Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam.

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang.

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.

Imam Syafi’i (dalam A. Fuadi, Negeri 5 Menara, halaman xv)

Gambar diambil dari: http://www.tobaphotographerclub.com

note:
Sudah berapa jauh engkau merantau kawan??
Saya akan merantau sejauh mungkin. Sejauh mungkin dari tempat kelahiran saya.

3 thoughts on “Merantaulah Sejauh Mungkin!

  1. tapi setelah melantau jauh yo ingat untuk memberikan sumbangsih pada kampung halaman telcinta dong omm…………

  2. Saya ingat pertama kali meninggalkan Magelang dan Sementara Tinggal di Jogja adalah hampir lima minggu setelah kelulusan. Sekarang wis ngerti padhange lampu Jogja tapi tetep Magelang tak ingin saya tinggalkan, Magelang sekiranya masih butuh teman-teman yang ngakunya akademisi untuk membangun dan berbenah diri. Saya bisa benar-benar menikmati ketika bisa memberi sumbangsih ke kampung halaman saya.

    Sekiranya sampeyan juga begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s