Melawan Islam Liberal

Hari ini, pertarungan wacana Islam Liberal merupakan salah satu perbincangan yang amat menarik bagi kaum muslim kelas menengah, mulai dari strata guru besar, kyai, ustadz atau bahkan sekedar mahasiswa kampus “sekuler” macam saya bisa jadi merupakan aktor dalam “drama” ini.

Saya sendiri juga termasuk dalam muslim kelas menengah tersebut. Selama beberapa tahun terakhir pun, saya turut serta dalam perbincangan ini, walau sebatas tahap pengisian bensin pemikiran di otak saya. Di perpustakaan pribadi saya misalnya, ada beberapa buku yang khusus (ada sekitar tujuh buku) dibeli untuk mengklop-kan diri dengan perbicangan tersebut. Dan sebagian besar, buku tersebut diterbitkan Gema Insani Press (GIP), khususnya lagi dari rahim pemikiran Pak Adian Husaini and the gank.


Dari buku-buku tersebut, saya dapat menangkap bahwa rekan-rekan liberal (saya menyebut tokoh-tokoh liberal sebagai rekan. Karena bagi saya mereka masih muslim dan perlu dibantu) selalu menggunakan trik yang sama untuk mendekonstruksi suatu pemahaman Islam, yaitu: manipulasi fakta, pengambilan referensi “pinggiran” dan juga pendewaan konsep barat.

Pada suatu ketika, mereka bisa memanipulasi fakta sejarah demi mendukung pernyataan mereka, kasus pencatutan Imam Syafi’i untuk melegalkan pernikahan beda agama adalah contohnya.  Namun, pada suatu ketika bisa saja ada referensi “pinggiran“ yang diangkat untuk mendukung argumen mereka, seperti pada kasus keaslian Mushaf Utsmani yang melibatkan Ibnu Mas’ud di dalamnya. Atau bisa jadi yang digunakan adalah model terakhir berupa pendewaan konsep barat untuk memahami Islam, seperti archaeology of episteme dari Michael Foucault yang digunakan untuk menganalisa Al Qur’an.

Setidaknya poin-poin itulah yang menjadi spirit untuk menelanjangi rekan-rekan liberal dalam buku “Pengaruh Kristen Orientalis terhadap Islam Liberal” karya Pak Adnin Armas, salah seorang tokoh INSIST. Buku ini merupakan kodifikasi dari debat beliau dengan beberapa tokoh Islam Liberal dalam sebuah milis. Debatnya cukup singkat, terjadi antara medio April 2001 hingga Oktober 2001. Namun, debat tersebut mampu membahas berbagai isu-isu keIslaman kontemporer, mulai bola panas sekularisasi dan syariat Islam, problematika evolusi agama hingga isu klasik skeptisisme keotentikan Mushaf Utsmani. Kesemua hal tersebut mampu diulas secara singkat padat, namun dengan bahasa yang membumi untuk dipahami orang awam sekalipun.

Yang patut diapresiasi pula adalah kehebatan seorang Adnin Armas dalam melawan keroyokan para tokoh-tokoh liberal, seperti Luthfi Assyaukanie, Abdul Ghofur, A.K. Jailani, Hamid Basyaib hingga Ulil Abshar Abdalla (Koordinator JIL saat itu). Kesemua tokoh tersebut, punya kompetensi yang amat mendalam terhadap wacana Islam. Ajaibnya, hampir semua argumen nyleneh rekan-rekan liberal mampu dijawab oleh Pak Adnin. Bahkan, pada beberapa kesempatan Pak Adnin melancarka pukulan telak dengan memamerkan teks-teks yang telah mereka manipulasi secara sepihak.

Buku ini, bagi saya, menunjukkan bahwa wacana Islam Liberal bukanlah menara gading yang tak dapat dirobohkan. Konsepsi mereka sebenarnya rapuh, yang akan mudah roboh dengan ketelitian membaca referensi. Kalaupun mereka terlihat gagah saat ini, itu tidak lebih dari permainan media yang selalu mengakomodir perkembangan mereka. Di hadapan media, mereka selalu dicitrakan sebagai kelompok Islam yang inklusif, ramah dan bersahabat. Sebaliknya, kelompok seperti Pak Adnin, selalu ditampilkan negatif, konservatif bahkan tak jarang pula dicitrakan fundamental. Entah sampai kapan pencitraaan yang sangat tidak adil ini akan terus dilanjutkan.

Terakhir, siapa pun anda, apa pun latar belakang anda, buku ini sangat bagus untuk dibaca. Meskipun cukup jadul (terbit tahun 2003), namun isinya masih sangat relevan dijadikan pedoman dalam melawan Islam Liberal. Just check it out!

2 thoughts on “Melawan Islam Liberal

  1. Hmm, selain Islam liberal, perlu juga dilawan Islam garis keras…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s