Sebuah Video

video cameraBeberapa waktu lalu saya mendapat permintaan untuk menyelesaikan sebuah video. Sebuah video istimewa, karena merupakan video setahun pertunangan sepasang kekasih. Walhasil, saya pun harus merangkai belasan foto yang tersedia untuk dijadikan sebuah rangkaian cerita. Sekaligus pula, untuk menghidupkan suasana video, saya menambahkan beberapa puisi yang dirasa relevan.

Sebenarnya editing video sudah jadi pekerjaan saya selama setahun terakhir ini. Saya pernah mengurung diri di sebuah kantor selama lebih dari 2 bulan hanya untuk menyelesaikan sebuah film. Boleh jadi, saat ini editing bukan pengalaman yang istimewa lagi bagi saya. Akan tetapi, kali editing terasa sedikit berbeda. Berbeda, saat kawan saya menyampaikan rasa terimakasihnya karena video tersebut begitu berkesan bagi tunangannya.

Serasa menjadi Hiro Nakamura di Serial Heroes. Saya merasa dapat melipat waktu, dan kembali ke masa lalu. Saya juga memiliki kenangan pribadi akan sebuah video. Khususnya, video pertama. Sebenarnya, bukan karena pengalaman pertama. Namun lebih dikarenakan “untuk siapa” saya membuatnya.

Video itu, saya buat khusus di hari ulang tahun seorang sahabat. Seseorang yang selama bertahun-tahun begitu berarti bagi saya. Meski saya tak pernah melakukan editing video sebelumnya, saya tetap optimis mampu mewujudkannya. Dan, sepanjang malam pun saya relakan tanpa istirahat demi video tersebut.

Alhasil, jadilah sebuah video berdurasi tidak lebih dari 10 menit. Sebuah video berisi rangkaian gambar dan kata-kata mutiara. Yang mungkin sangat buruk sekali bila dibandingkan dengan karya-karya saya saat ini.

Bila kini, kawan saya mengatakan bahwa tunangannya begitu menyukai video itu. Mohon maaf, saya tidak percaya kata-kata itu. Karena saya yakin, bukan video itu yang membuat tunangannya bahagia. Tapi, karena “siapa yang memberi”.

Saya tidak membuat video tunangan tersebut dengan sepenuh hati. Yah, itu hanya sekedar kemampuan teknis dalam menguasai Adobe Premiere. Justru, di video pertama dulu, ada keterlibatan hati saya di sana. Saya merelakan semalam tanpa tidur, bahkan dengan meminjam komputer kawan. Namun, saya tidak tahu bagaimana perasaaan dia setelah melihat video tersebut. Gembira atau justru dia tidak pernah melihatnya sama sekali? Entahlah…

Saya begitu yakin, bahwa ini bukan masalah video itu bagus atau tidak. Tapi, masalahnya terletak pada “siapa yang memberi”. Lemparan batu sekali pun, bila dilakukan kekasih, sakitnya tak akan pernah terasa.

(Kini softfile video ini hilang entah kemana. Mungkin memang harus diikhlaskan. Karena ingatan yang ada justru membuat kecewa.)

2 thoughts on “Sebuah Video

  1. 🙂 sabarlah bung!

    Makasih, wi…

  2. sabar aja bung itu kan hanya rekaman video, yang penting bagaimana kita menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari yang akan kita hadapi.

    Makasih, pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s