Fenomena Gerakan Mahasiswa Islam

IMMSaya sangat tertarik ketika membaca laporan utama Hidayatullah edisi Juni 2009 lalu. Di sana dijelaskan secara gamblang mengenai fenomena gerakan mahasiswa kiri di Indonesia, khususnya lewat studi kasus LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi).

Praktis, saya tertegun melihat betapa makin kentalnya pengaruh pemikiran kiri di pusaran gerakan mahasiswa Indonesia kini. Mungkin kita bisa memaklumi bila ini terjadi di tubuh gerakan yang memang berlabel gerakan kiri. Akan tetapi, tentu akan begitu menyedihkan bila kita tahu fenomena serupa juga merembet ke tubuh beberapa gerakan mahasiswa Islam.

Fakta ini memang sangat debatable. Namun, dalam pandangan saya, di tengah carut-marutnya kondisi negeri ini, yang solusi-solusinya pun ikut-ikutan tak berujung. Dibarengi kondisi dunia perkuliahan yang makin tak kondusif diterpa badai hedonisme dan pragmatisme. Justru gerakan mahasiswa Islam mulai bergerak ke arah kekiri-kirian. Saat ini, pemikiran model ini menjadi paradigma yang dominan, dan bahkan membuat paradigma Islam luntur perlahan. Bila kemudian dipertanyakan, jawabannya pun tak akan jauh dari pernyataan bahwa pemikiran kiri amat memihak kaum marjinal (baca: kaum miskin) yang notabene juga diperjuangkan oleh Islam. Lalu apa salahnya menggunakan paradigma kiri? Begitu kira-kira pikir sebagian aktivis gerakan mahasiswa Islam.

Dan, patut digaris bawahi ini belum termasuk fenomena miris lainnya, semisal bagaimana pemikiran SEPILIS juga merembet ke isi kepala rekan-rekan gerakan mahasiswa Islam. Saya berusaha tidak menggeneralisir. Tapi, jelas-jelas saya ingin mengatakan bahwa fenomena pemikiran batil ini tak hanya terjadi di gerakan mahasiswa berbasis nasionalisme, namun juga menjadi parasit di tubuh gerakan mahasiswa Islam sendiri.

Yang perlu digaris bawahi adalah Islam di Indonesia 10-20 tahun tentu akan diwarisi oleh kaum muda Islam saat ini. Gerakan mahasiswa Islam, entah itu IMM, KAMMI, HMI, atau PMII, adalah garda terdepan penerima estafet perjuangan itu. Jika tidak dari sekarang  kaum muda ini diberi pengarahan, lalu kapan lagi?

Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan Hidayatullah dapat menampilkan pandangan gerakan-gerakan mahasiswa Islam tersebut tentang fenomena ini. Setidaknya dengan berbagai fenomena yang terjadi di akar rumput, pernyataan para pemimpin gerakan mahasiswa Islam di tingkat pusat dapat menjadi tabayyun. Sekaligus pula, dari pemaparan ini akan muncul tawaran solusi bagi gerakan mahasiswa Islam, terutama bagaimana caranya keluar dari pusaran “panas” ini. Semoga.

Tulisan ini dimuat di Majalah Suara Hidayatullah edisi Juli 2009

3 thoughts on “Fenomena Gerakan Mahasiswa Islam

  1. sepilis udah di mana2. . lebih bahaya dari nama penyakit yang asal plesetan istilahnya. . parah sungguh. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s