Ada Kejutan Di Sini…

Pembukaan stand maba IMM UGM kemarin jelas meninggalkan beberapa kesan bagi saya. Sederhananya ya rasa “nano-nano”, manis iya, asem iya, bahkan pahit sekalipun.

Di awal pelaksanaan misalnya, kami mendapatkan informasi penerimaan mahasiswa baru (maba) ini secara mendadak, amat mendadak! Saya memang telah mengetahui beberapa hari sebelumnya, mengingat adik kelas saya (Hana) memberitahu bahwa ada acara registrasi di UGM. Namun, saat itu saya belum tersadarkan akan keharusan membuka stand, mengingat stand maba memang biasanya dibuka pada bulan Juni ~ Juli.

Ketidaksadaran saya, akhirnya dibentak oleh sms dari rekan-rekan bidang kaderisasi (Immawati Dimi dan Yuar), yang meminta persiapan membuka stand. Dan, sebagai seorang Ketua Komsat, rasanya tak ada alasan untuk menolak aspirasi tersebut. Walhasil, kami pun segera melakukan rapat kecil dalam rangka persiapan stand kami.

Setelah lepas dari masalah pertama, berupa persiapan yang amat mepet. Masalah kedua pun muncul. Karena ternyata, ada kebijakan dari rektorat yang melarang organisasi ekstra kampus (gerakan mahasiswa maupun organisasi daerah) untuk membuka stand. Jelas, kami pun kecewa dengan kebijakan tersebut.

Oleh karena itu, bersama rekan-rekan dari KAMMI (Saudara Wibi), IMM UGM ikut ambil bagian berinisiatif menyatukan suara untuk melawan kebijakan tersebut. Alhamdulillah, keinginan ini didukung pula oleh rekan-rekan gerakan lain, seperti: HMI MPO (Mas Riza), GMNI (Haryo dan Wahid), PMII (Yunus) dan KMNU (Zaki) beserta Plat N dan Five Community.

Dalam proses konsolidasi tersebut, kami berharap dapat bertemu dengan Pak Sentot selaku perwakilan rektorat. Namun, ternyata beliau memang tak dapat ditemui malam tersebut. Hingga, apa boleh buat, kami pun nekat untuk membuka stand meskipun dibayangi resiko akan diusir.

Alhamdulillah, ketakutan akan diusir, ternyata hanyalah isapan jempol belaka. Karena di hari pembukaan stand, praktis tak ada masalah berarti dari pihak rektorat, maupun pihak keamanan (SKKK). Bahkan, kami pun dengan bebas bisa membuka stand, memasang simbol-simbol organisasi kami dan juga berputar-putar membagikan selebaran.

Kami Memang Membanggakan

Selain masalah-masalah tersebut. Saya juga bersyukur, justru dengan adanya pelarangan dari rektorat. Saya dapat bertemu dengan (hampir) semua gerakan kampus di UGM. Sulit rasanya membayangkan untuk bertemu dalam satu forum. Alhamdulillah, justru karena masalah ini kami dipertemukan, bahkan juga bisa menyamakan persepsi.

Selanjutnya tentu, harapan saya, ini menjadi awal yang baik untuk kerjasama-kerjasama lainnya di masa mendatang. Amien…

Yang lebih membanggakan saya tentunya adalah kinerja kawan-kawan IMM UGM dalam mendirikan stand maba. Praktis, ketimbang stand lain, IMM UGM memang berukuran paling raksasa. Ukuran ini bukan berarti kami rakus. Namun, memang dibarengi dengan konsekwensinya, semisal penjaga stand yang bergantian ( dengan penjaga utama: Dimi, Yuar dan tentunya Kiti) dan juga kelengkapan stand (buku-buku, pamflet, air minum, dsb). Intinya, stand IMM UGM memang bukan sembarangan didirikan. Karena kami telah mempersiapkan segala halnya, dan juga diberi juga kemampuan untuk melaksanakannya. Alhamdulillah…

Jelas saya sedikit berbangga dengan IMM UGM. Mengingat, persiapan sedetail ini belum tentu ada pada tiap stand organisasi lainnya. Ada yang membuka stand tiap hari, namun tidak memiliki staf untuk berjaga-jaga (bahkan ada stand yang hanya meninggalkan buku tamu). Atau ada juga yang membuka stand, namun tidak memiliki kelengkapan logistik yang jelas. Bahkan, ada juga yang tidak mendirikan stand sama sekali karena tidak memiliki persiapan (sharing pengalaman dari sebuah gerakan).

Di hari terakhir, secara beramai-ramai kami membersihkan dan merapikan segala peralatan stand. Sore itu, mestinya kami keletihan, karena malam sebelumnya kami nyaris tidak tidur demi rapat kerja yang terselenggara sepanjang malam. Namun, saya tidak melihat keletihan itu, yang ada justru keceriaan dan canda tawa dari kawan-kawan untuk menyelesaikan tahapan akhir dari stand kami.

Subhanallah, mungkin inilah indahnya rasa kekeluargaan.

Kejutan lagi-lagi

Hari Senin ini (04/05), setelah melihat betapa masih berantakannya komsat (begitu biasanya kami menyebut komisariat IMM UGM). Saya pun berinisiatif meng-agendakan bersih-bersih komsat, mengingat bidang keilmuan pun belum siap mengadakan diskusi. Dan, saya telah mengirim sms kepada Kiti (sekretaris umum) untuk menyiapkan diri dan kawan-kawan.

Akan tetapi, kejutan terjadi….

Tiba-tiba komsat sudah bersih kembali siang ini. Subhanallah….

Hmm… siapakah gerangan yang telah membersihkannya?? (perlukah saya sebut di sini??)

Terimakasih kawan-kawan…

Terimakasih atas segala kejutan ini…

*Saya bersyukur pernah mengenal kalian, dan bersyukur bahwa kita pernah dipertemukan sebagai sebuah keluarga dalam ikatan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s