Sudah Diduga: Demokrat Menang

Pagi hari tadi saya membeli koran Seputar Indonesia. Sengaja saya beli, mengingat saya begitu haus akan update Quick Count hasil pemilu kali ini. Dan seperti yang sudah kita ketahui bersama: Partai Demokrat (PD) memang memimpin secara mutlak. Tak hanya menang mutlak secara angka (selisih 5% lebih), namun juga menyapu bersih puncak klasemen di semua lembaga survey (LP3ES, LSI, CIRUS, PUSKAPTIS, dan LSI).

Seperti yang telah saya tulis di judul posting ini: Saya sudah menduga hasil ini. Perlu diketahui saya bukan kader/simpatisan Partai Demokrat hingga dapat meramal seoptimis itu. Justru saya begitu realistis dengan pernyataan tersebut.

Beberapa waktu sebelum pemilu lalu memang saya sempat berdiskusi dengan beberapa rekan. Saya mengatakan sangat yakin bahwa PD akan menang kali ini. Asumsi saya didasarkan pada hasil survey beberapa lembaga (minimal dari LSI dan Litbang Kompas) yang memang mengunggulkan PD jauh di atas partai-partai lainnya. Memang hasil-hasil survey tersebut sempat digugat independensinya oleh Golkar dan PDIP. Namun, ketika Golkar dan PDIP mengaku lebih percaya dengan survey internal mereka, justru keputusan tersebut jauh lebih tidak independen!

Kenapa PD Menang?

Paling tidak menurut saya ada dua alasan. Pertama, kuatnya image SBY sangat menolong elektabilitas PD itu sendiri. Karena perlu diketahui elektabilitas SBY jauh mengangkangi elektabilitas partainya. Artinya di sini, SBY adalah PD, namun PD tidak sama dengan SBY. Image SBY yang cenderung bersih selama ini turut pula mengatrol perolehan suara PD sendiri. Hal yang saat ini jadi magnet PD, namun bisa jadi bumerang andai suatu saat SBY sudah tak ada lagi.

Kedua, PD memang mendapatkan untung berlimpah dari blunder yang dilakukan oleh kedua pesaing terdekatnya: PDIP dan Golkar. PDIP yang diharapkan menjulang, justru begitu sering melempar kontroversi yang kontraproduktif ke muka publik (semisal masalah BLT). Dan Golkar juga mengalami masalah internal yang cukup akut, terutama mengenai capresnya. Meski belum ada statistik yang menjelaskan secara rigid. Saya yakin blunder yang dilakukan oleh kedua partai raksasa ini amat signifikan menggembosi kekuatan mereka. Dan, di sinilah PD justru berjaya.

Jujur saja, andai boleh memilih saya ingin partai Islam yang memenangkan Pemilu kali ini. Namun, memang sejak pemilu pertama tahun 1955, hingga tahun ini, suara partai Islam mentok di kisaran 20~30%, itupun dibagi-bagi ke beberapa partai. Akankah suara partai Islam mendominasi dan memenangkan pemilu? Wallahua’lam…

Anyway, meski baru Quick Count, saya ucapkan: Selamat buat PD!!

Jangan lupa janjimu waktu kampanye kemarin: BERJUANG UNTUK RAKYAT. Ditunggu ya?

5 thoughts on “Sudah Diduga: Demokrat Menang

  1. yah u lima tahun demokrat kuat jadi kita tidak nisa harap presiden baru yang mendatangkan perubahan

  2. hehe,.. no koment!

    cuma pengen ngomentarin
    gambar pemilu di artikelnya.

    itu dapat di mana yha??
    ^_^

  3. Hehehe… emang dah diduga kok bro…
    Soalnya besannya sendiri bisa dimasukin ke tahanan….

  4. LANJUTKAN dong berarti …
    hehehe…
    Btw, seberapa pengaruh y mas, slogan LANJUTKAN itu terhadap perolehan suara PD?

    Kalau kata Pak Qodari (Indobarometer), inilah zaman IKLAN, karena IKLAN jadi senjata kampanye PD…
    Bukan jaringan grassroot yang kuat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s