Bermodal Tipuan Janji dan Senyuman

Golkar janji kampanyeTanpa sengaja saya melihat stiker ini di sebuah rumah, minggu lalu. Bisa kita lihat bersama-sama, dengan begitu pedenya sebuah partai (yang juga parpol warisan orba) melontarkan janji yang amat menggiurkan. Dan, patut digarisbawahi stiker tersebut merupakan peninggalan kampanye pemilu 2004. Artinya sudah hampir 5 tahun berlalu sejak itu.

Dan kini, janji tersebut entah bisa terpenuhi atau tidak. Karena buktinya selama ini, sebagian besar masyarakat Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan (kurang lebih jumlahnya ada 130 juta, berdasar data Bank Dunia 2007).

Menilik pola-pola kampanye dengan janji-janji kosong seperti ini saya jadi makin antipati saja terhadap kampanye model obral janji seperti ini. Kata Prof. Syamsuddin Haris di Kompas (11 Maret 2009), lucu juga para caleg mengobral janji lewat segala macam tempelan, tapi justru tak pernah mengajak dialog para calon konstituennya. Betul bukan? Tak usah jauh-jauh menengok, karena kita sendiri bisa membuktikan dengan melihat caleg yang mau turun ke bawah dan menawarkan program-program konkretnya. Tidak ada bukan?? Justru yang ramai malah parade pameran senyum sepanjang mata melihat di jalan-jalan protokol, seakan-akan senyum itu akan membayar segala keresahan dan kesusahan warga.

Saya memang skeptis dengan banyaknya caleg yang menjual diri hanya bermodal senyum dan sebaris kata-kata mutiara yang entah dia dapatkan darimana, mungkin saja dari kertas bekas pembungkus nasi goreng yang dia beli. Akan tetapi, meski skeptis, saya tak akan pernah mencoba golput. Karena saya yakin, meski sebusuk apapun para caleg dan anggota legislatif kita, negara ini takkan pernah maju saat warganya justru memilih golput sebagai pilihan. Golput memang pilihan, tapi pilihan yang amat terakhir, setelah tak ada pilihan lainnya.

4 thoughts on “Bermodal Tipuan Janji dan Senyuman

  1. Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata..bunyi syair lagu jadul…

  2. wahahah…judulnya baguuuusssssss…menudsuuuk hatiii

  3. modal tipuan janji dan senyuman, hasilnya omong kosong..
    untung saya bukan caleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s