Selera Musik

musik

musik

Saya masih ingat dengan begitu jelas, kata-kata dari dosen saya yang menyebut band-band sekelas Kangen dan para pengikutnya adalah Band meyeh-meyeh .

(Saya yakin, bagi anak komunikasi UGM tentu tahu siapa dosen ini).

Bukan bermaksud apa-apa, bung. Saya hanya melihat ketidak adilan di sini. Seakan-akan yang namanya selera musik itu harus yang kelas tinggi. Mungkin kalau pop minimal kayak Padi, atau kalau rock harus kayak Jamrud biar berkelas, atau Jazz sekalian. Waduh, kalau seperti ini, kasihan juga orang-orang yang memang hanya berselera terhadap musik-musik rakyat jelata sekelas Kangen Band, ST12, Wali, dan para antek-anteknya.

Apakah memang pantas kita menghakimi selera musik orang?
Saya cenderung tidak begitu sepakat… Musik adalah sesuatu yang amat personal, dan sulit dipukul rata pada tiap orang. Ada orang yang memang terlahir untuk mampu memahami njelimetnya musik jazz, namun tak dapat dipungkiri pula ada orang yang memang hanya mampu mendengarkan suara lirih dan mendayu-dayu dari vokalis Charly ST12, misalnya.

Saya berargumen seperti ini, karena saya pun mengalami hal tersebut. Bahwa selama beberapa tahun terakhir ini saya benar-benar tidak bisa mengendalikan selera musik saya. Dulu waktu SMP dan SMA, saya adalah penggemar berat musik-musik keras, terutama dengan aliran punk-rock. Maka tidak salah, bila dahulu (sekarang pun masih ada) kaset-kaset band semacam SUM 41, Greenday, Simple Plan, atau dalam edisi lokal ada Superman Is Dead yang saya koleksi.

Tapi sekarang? Seringkali malu rasanya, tapi apa boleh buat. Saya sudah tidak tertarik lagi dengan musik-musik semacam itu. Justru musik-musik mellow yang amat saya gemari. Itulah kenapa, seringkali selera ini menggelincirkan saya pada lembah musik-musik meyeh (a.ka. Melayu). Dan, karena ini pula, tak jarang beberapa kawan dekat menjadikan ini cibiran buat saya. *Argh…*

Okelah, saya tidak malu, tidak juga marah, saya hanya ingin menjelaskan duduk perkara saja. Bahwa ada hal-hal yang tidak dapat dipaksakan di dunia ini. Salah satunya ya itu: Selera.

Hemat saya, untuk ukuran musik, anda boleh menyukai aliran apapun. Tapi, anda tidak boleh sekalipun menjudge orang lain murahan, hanya karena selera musiknya.

Jangan lupa, bung, musik dangdut yang sering hina, justru menjadi kartu as bagi publikasi musik Indonesia ke luar negeri…


Udahan dulu, mohon maaf ngelantur, lama ga nulis sih…

Budi Mulia, 5/02/09, 19:23 PM
Still Listening Letto : Senyumanmu

Image: http://yogismobile.wordpress.com

6 thoughts on “Selera Musik

  1. setuju mas…:)

    ada yang bilang “tidak ada ukuran untuk selera”, jadi tak ada penghakiman bahwa satu aliran musik lebih hebat dari yang lain…

    saya jadi teringat mas dosen saya juga, kalau dengar2 lagu yang tenang dan iramanya lembut bisa menambah harapan hidup. konon pendapat ini sudah melalui penelitian..

    he2…

    okey deh… selamat dah ngeblog lagi..dah lama saya nunggu tulisan mas…

    makasih mas,, yap,semoga setelah ini saya bisa rutin nulis lagi…

  2. hahaa,..
    ms W***U emang suka gitu.
    Soalnya kalo ndak gitu, orangnya ngga lucu.,

    Kalo saya lebih tega lagi,.
    gak doyan musik setelah baca sebuah Hadits yg melarangnya,..

    Wallahu’alam!

    Masukan baik, may. Sayangnya, ya itu lah, aku memang blm bisa kaffah dalam mengamalkan sesuatu…

  3. “Dimana-mana di atas dunia…banyak orang bermain musik (Ka Rhoma Irama)

  4. …atau mungkin anda ingin mendengarkan musik dari radio online? please come visit us, Java FM memutar lagu hits indonesia sepanjang masa nonstop 24 jam

  5. setujuuuuu .. perbedaan selera musik orang itu wajar sekali karena kepribadian seseorang berbeda-beda dan kita harus mnghargainya ..

  6. Selera tiap orang berbeda-beda,,dan tiap orang berhak atas hal itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s