Apa yang Sudah Kau Tulis Selama Ini, Kawan?

Selama lebih dari setahun ini rutin memposting tulisan-tulisan saya di blog ini, saya menyadari bahwa ternyata blog saya masih amburadul, tidak memiliki tema yang fokus tepatnya. Ada kalanya saya begitu gencar menulis tema politik, ada kalanya juga masalah-masalah keIslaman, motivasi, namun tak jarang pula seperti postingan akhir-akhir ini: hanya sekedar curhat-curhat yang tidak jelas. Jadi, mohon maaf bagi kawan-kawan pembaca setia (*halah*) yang kecewa dengan postingan saya akhir-akhir ini: yang makin tidak jelas orientasinya, apalagi mutunya.

Akan tetapi, apa boleh buat, kawan. Dalam beberapa blog yang saya kunjungi, rata-rata ditemukan keluhan yang sama: betapa sulitnya untuk memfokuskan tema tulisan. Bagi blogger pemula (bagi yang ilmunya memang masih dangkal), amat-sangatlah sulit untuk secara kontinu menulis dalam satu tema besar. Maka dari itu, mengisi blog dengan tema-tema yang sangat variatif seakan-akan jadi pembenaran untuk terus bertahan menulis (daripada tidak menulis sama sekali maksud saya). Bahkan, tema yang bervariasi ini tidak jarang juga ditemui di blog para ahli, semisal Pak Budi Raharjo, Doktor yang juga dosen di ITB ini tak jarang menyelipkan diary sehari-harinya di blognya (rahard.wordpress.com), di samping tulisan-tulisan akademisnya tentang perkomputeran.

Karena itu, akhir-akhir ini saya jadi tertarik untuk menulis rangkuman dari buku-buku yang telah saya baca. Ini semata-mata untuk terus menjaga kualitas postingan saya, saya tidak ingin terus-menerus membodohi pembaca dengan postingan saya yang semakin tidak jelas. Lagipula, teknik ini mirip, atau bahkan persis, dengan apa yang disebut Bapak Hernowo (penulis buku) dengan konsep Mengikat Makna. Teknik ini menyebutkan bahwa menulis adalah bagian yang tidak terpisahkan dari membaca itu sendiri. Sehingga, pemahaman terbaik akan sebuah bacaan, (hanya) akan dapat dicapai dengan cara menuliskannya kembali dengan kata-kata kita sendiri. Percaya, tidak percaya, lewat teknik ini Pak Hernowo (yang juga alumni dari SMA saya, SMA N 1 Magelang) mampu menulis sekitar 32 buku dalam kurun waktu hanya 6 tahun. Luar biasa bukan?? ck…ck… Ini jelas patut ditiru kawan.

Ke depannya, seperti yang pernah saya sebutkan waktu dulu awal-awal ngeblog: saya tidak ingin sembarangan menulis, karena tulisan sebagai rangkaian kata adalah salah satu senjata kita, semakin baik tulisan otomatis semakin canggih pula senjata kita.

2 thoughts on “Apa yang Sudah Kau Tulis Selama Ini, Kawan?

  1. tema besarnya boleh aja di fokuskan….tapi nulis apa yang pengen kamu tulis kanya ga masalah…tinggal disistematiskan aja. Jadi ada tema tentang politik-politik, ada yang curhat-curhat, yang penting nulis…SIIP…*lagian saya bisa enjoy baca curjatanmu. hoho*

    tapi disistematiskan aja dulu…tergantung konsep blogmu kaya apa…mau dibuat untuk siapa..

    Makasih… makasih…

  2. menurutq tlsnmu bagus kq sekalipun berwarna-warni.. spt kt mb fela tinggal di sistematikan sj..🙂 zulfi, tukeran link yukz, hehehe, pny blog anak ghs yg laen g??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s