Darul Arqam Dasar IMM UGM 2008

tempat-kegiatanSeperti biasa, saya memang sangat suka dan merasa bertanggungjawab pula untuk mempublikasikan kegiatan organisasi saya, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UGM. Sebelum kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) ini sebenarnya masih ada beberapa kegiatan lain, namun berhubung di beberapa kegiatan tersebut saya tidak intens turut serta, maka tanpa sengaja saya pun lalai pula untuk mempublikasikannya. Nah, berhubung di kegiatan ini saya cukup intens, saya pun memberanikan diri untuk bercerita.

Pertanyaan pertama yang ingin saya jawab adalah ke-intens-an saya di sini sangatlah beralasan. Pertama, karena posisi awal sebagai (calon) instruktur membuat saya pun turut serta dalam peng-konsep-an awal segala sesuatunya. Saat akhirnya mundur dari instruktur, saya tetap berusaha menebus “dosa” yang telah saya lakukan dengan menerima apapun tugas yang diberikan rekan-rekan panitia, maka jadilah saya sebagai bagian perlengkapan. Bagian yang sebenarnya jarang sekali saya pegang, maklum saya lebih sering berada di meja konseptor sebuah kegiatan. Namun, apa boleh buat, karena memang amanah, saya pun harus melaksanakannya.

Untuk masalah kemunduran saya dari tim (calon) instruktur sebenarnya juga masih membingungkan saya. Hingga saat ini, saya belum resmi mundur karena memang surat pengunduran diri belum saya buat. Tapi, dengan melihat perilaku saya yang indisipliner, saya yakin tanpa harus mengirim surat pun, saya yakin telah ditolak sejak awal. Ya, mungkin itulah saya dengan segala keputusan aneh saya. Bahkan, ibu saya pun sering geleng-geleng kepala melihat putranya sendirinya yang sering bertindak secara tidak terduga.

********

Kembali ke masalah DAD , di sini saya ingin berbagi foto-foto. Sebenarnya, sudah ada foto yang diposting oleh Immawati Qolbi, namun alangkah lebih baik bila dilengkapi lagi. Koleksi foto ini memang bukan milik saya, melainkan milik Haqqi, berhubung kamera saya sedang bertamasya ke Arab bersama Bapak dan Ibu yang sedang menunaikan ibadah haji.

Sedangkan, untuk sekilas laporannya, DAD ini diadakan di Nitikan, Umbulharjo, Yogyakarta. desa yang sering disebut sebagai Kampung Muhammadiyah, tepatnya lagi diadakan di Kompleks Madrasah Diniyah Al Ishlah.

Dimulai sejak hari Jumat (21/11), hari pertama DAD tersebut diisi oleh Studium General dari Bapak Harwanto Dahlan, dosen Hubungan Internasional UMY. Bapak yang terkenal dengan guyonannya ini memang sedang kurang sehat, karena beberapa hari sebelumnya sempat diopname. Selain guyonannya yang beberapa kali agak garing, ternyata forum yang sepi juga turut serta menyebabkan kurang berkesannya acara ini (menurut saya). Apa boleh buat, berhubung sudah terjadi, saya hanya berharap ini takkan terulang lagi. Semoga…

Sedang, untuk hari kedua, saya kesulitan untuk mendeskripsikannya berhubung hampir sepanjan hari acara untuk peserta adalah materi dan diskusi. Dua poin acara, yang di akhir acara sempat diprotes oleh kawan-kawan peserta dengan alasan membosankan. Membosankan kah? Tidak saya rasa, tentu bila acuannya, IMM adalah gerakan mahasiswa yang penuh dengan tuntutan intelektualitas. Intelektualitas tidak bisa diukur dengan seberapa banyak buku yang kita baca, namun juga dari seberapa baik dan banyak kita berdiskusi untuk bertukar pendapat. Sedang untuk malamnya, seperti biasa saya tidak turut serta. Selain memang kurang sreg dengan segala macam acara yang melibatkan waktu malam. Saya pun sedang memiliki agenda mendesak tersendiri malam itu.

Hari terakhir, hari ketiga, ini yang cukup menarik. Selain paginya ada acara jalan-jalan ke makam KH Ahmad Dahlan, di daerah Karangkajen, sekitar 2 km ke barat dari Nitikan. Di akhir acara pun, saya berkesempatan menjadi MC penutupan. Maklum, saya memang agak gatal kalau tidak diberi kesempatan berbicara. Jadinya, saat menjadi MC pun saya sedikit kebablasan, dengan terlalu banyak berbicara dan berguyon. Maka dari itu, saya juga mohon maaf bilamana banyak yang tersinggung.

********

Alhamdulillah, satu generasi alumni DAD telah lahir kembali. Semoga generasi ini dapat terus mengembangkan Islam, Indonesia dan Muhammadiyah lewat koridor perjuangan IMM. Amien Ya Rabbal ‘Alamien….

Buat kawan-kawan alumni DAD, pasca DAD hanya awal dari perjalanan panjang kita menuju kebesaran…. Jangan pernah mengeluh, teruslah berjuang sekuat tenagamu…!

3 thoughts on “Darul Arqam Dasar IMM UGM 2008

  1. g pa2 mas, berhubung belum mengundurkan diri ayo di follow up-i teman2 yang baru. mereka bagus2 dan pintar2 lho mas…:)

    Iya, mas,,, kalo follow-up tu wajib, mas… sepertinya yang paling wajib mbantu tu njenengan loh mas… kan yang ilmunya (filsafat terutama) udah cukup mumpuni…

  2. wah nderek maos sekedap niki

    kalaih ndrek teken wilung sumping mas

  3. tema dari pengkaderan darul arqam klen tu apa????
    jawabnya ke E-mail ana y!!!!!!!!!!!!!

      « Membentuk Intelektual Muslim yang Religius dan Humanis sebagai Solusi Krisis Kepemimpinan Bangsa »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s