Protesku Tentang Liburan dan Kampus Yang Kini Sepi

Andai boleh protes, saya ingin sekali protes. Tetapi, entah dengan siapa bisa menunjukkan protes ini. Protes ini berkaitan dengan liburan ramadhan dan idul fitri yang begitu sempit dan mepet. Bagaimana tidak? Libur Ramadhan baru terjadi pada H-3. Itupun karena dipepet hari libur mingguan. Saya tidak tahu apa yang terjadi andai tidak ada hari minggu, mungkin libur lebaran bisa terjadi di H-1. Sangat mepet bukan??

 

Beban mepetnya libur kerja atau kampus itu, semakin disempurnakan lagi dengan “konspirasi” beban tugas yang makin berat sebelum liburan. Entah kenapa, minggu terakhir – di sepuluh hari terakhir- tugas-tugas kuliah malah makin menumpuk. Jadilah, diriku yang sudah pusing, semakin pusing… apalagi untuk memaksa diri mengejar target-target ibadah. Fiuh! Ini yang benar-benar sulit.

 

Dzolim! Saya katakan sekali lagi DZOLIM… Kenapa? Karena sebagai seorang muslim, tentu banyak dari kita yang menginginkan Ramadhan menjadi bulan yang khusyuk dengan ibadah. Salah satunya tentu dengan hilangnya rutinitas memusingkan di tempat kerja atau kuliah, lewat libur yang diperpanjang misalnya.

 

Apa dinyana? Suasana itu begitu sulit didapatkan beberapa tahun terakhir ini, kawan…

 

Yah, kira-kira itu keluhanku kali ini. Meski ndak tahu kemana harus mengeluh. Sembari masih mengingat betapa enaknya libur Ramadhan di zaman Gus Dur dulu. Logikanya, kalau libur semester saja bisa sampai 3 bulan. Kenapa tidak ada libur demi ibadah Ramadhan? Kan lebih produktif! Insya Allah libur Ramadhan bisa digunakan untuk menyendiri (uzlah) demi ibadah… Betul tidak?

 

########

 

Setelah beberapa hari ndak ke kampus. Hari ini aku ke kampus untuk mengikuti mata kuliah Sinematografi. Di sana-sini aku melihat kampus yang lebih lengang dari biasanya. Parkiran motor yang biasanya membludak, mendadak jadi lowong. Suasana kelas yang padat, jadi lebih lega. Apalagi suasana lingkungan kampus fisipol? Sepi…

 

Mungkin inilah kondisi kampus kalau ditinggal mahasiswanya: sepi. Saya jadi kepikiran bahwa sebenarnya gedung megah, parkiran yang luas, apalagi musholla yang mentereng itu tak ada gunanya tanpa mahasiswanya. Semua itu hanya pendukung, karena yang lebih penting adalah substansi dari kampus itu sendiri: mahasiswa tentunya.

 

Ah… jadi mengeluh melihat biaya kuliah yang sekarang melambung tinggi. Teringat beberapa sahabatku di Magelang yang cerdas tapi tak berkesempatan kuliah. Lagi-lagi karena uang tentunya…

 

 

Note: maaf postingan yang ga jelas. Maklum lagi senang ngelantur..

4 thoughts on “Protesku Tentang Liburan dan Kampus Yang Kini Sepi

  1. Setahun yang lalu saya liburnya H-1.. sungguh Dzolim.. Sekarang H-3 aja udah syukur.. tapi tetep saja Dzolim..

  2. he2..nyantai aja mas..dinikmatin aja..kalaupun terasa berat, pake aja jatah yang 25 persen…he2..g sulit kan..??

    dibuat senyum aja. sekalian persiapan untuk kerja. kalau kerja lebih “kejam” dari ini. jadi buat saja kayak orang Arab. mereka tidak terlalu meriah dan sibuk pada idul fitri tapi pas idul adha…

    waduh, saya masalahnya orang jawa mas… Idul fitri dan Ramadhan tu begitu penting bagi keluarga

  3. zaman berputar makin cepat. mahasiswa sekarang sepertinya bisa cepat2 lulus, karena programnya dibikin padat kali yak? tapi libur semester 3 bulan rasanya kok lama banget…

    Iya, menurut saya libur semester yang 3 bln itu ndak efektif… mending dioper ke libur ramadhan aja…

  4. libur cuma 6 hari? nggak puas

    mestinya bukan byk atau dikitnya yg jadi masalah… tp, porsi liburannya yg mepet banget.. mana ndak menghormati jatah puasa ramadhan lagi..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s