Mereka Terkena Demam Mendadak “Alim”

Meneruskan postingan saya sebelumnya. Kini, saya lebih memfokuskan diri untuk melihat individu-individu yang terkena demam mendadak alim ini. Tentu yang tidak bisa dilupakan adalah kalangan artis.

Posisi artis yang merupakan publik figur amat wajar membuat mereka tidak ingin tampil “biasa” di depan pemirsa. Harus ada sesuatu yang bisa mereka tonjolkan. Penonjolan tersebut bisa dilakukan dengan adaptasi terhadap Ramadhan. Baju seksi bin terbuka sejenak ditanggalkan dan berganti baju yang (sedikit) lebih tertutup, meski saya rasa dikatakan Islami pun belum sampai.

Nah, itu baru masalah pakaian. Belum lagi aktivitas sehari-hari mereka yang juga ikut berubah. Lafadz-lafadz Islami, seperti Subhanallah, Alhamdulillah, kini begitu mudah keluar dari lisan mereka. Tidak ketinggalan, tempat-tempat berkumpulnya orang-orang susah seperti panti asuhan dan rumah singgah anak jalanan juga ikut ramai dengan kunjungan mereka. Luar biasa drastis perubahannya, bukan? Ck…ck…ck…

Penyanyi dan grup band pun sama saja. Kini, mereka beramai-ramai berlomba membuat album religi (baca: Islami). Ada yang memang sudah spesialisasinya merilis album untuk Ramadhan, namun tidak sedikit pula yang latah karena melihat potensi pasar yang amat besar. Memang tidak sepenuhnya salah, mengingat syiar Islam sendiri yang menjadi lebih semarak. Namun,yang patut disayangkan adalah kondisi penyanyi itu sendiri yang belum bisa dijadikan teladan. Misal dari tampilan busana mereka, di panggung sih oke. Tapi kalau di luar panggung? Belum lagi, konser juga menjadi masalah tersendiri. Karena tak jarang, konser “Islami” ini masih saja menjadi ajang percampuran (ikhtilat) muda-mudi.

Mungkin kacamata saya terlalu skeptis untuk melihat fenomena “mendadak alim” di atas. Namun, saya memang berusaha menggunakan skeptisme ini untuk melihat lebih dalam. Bahwa mereka yang terkena demam mendadak alim ini, memang sedang sakit. Sehingga, saat sudah sembuh nanti mereka akan kembali ke wujud semula, sangat tidak patut untuk dicontoh! Tidak percaya ? Bisa kita buktikan selepas Ramadhan besok…

Terakhir, saya baru sadar bahwa saat ini adalah masa kampanye pemilu 2009. Akan lucu juga bila fenomena “mendadak alim” ini juga terjadi di kalangan parpol plus calegnya. Bisakah terjadi? Saya katakan bisa saja, namanya juga dunia politik.

9 thoughts on “Mereka Terkena Demam Mendadak “Alim”

  1. Yang saya sayangkan dari kegiatan2 artis yang mendadak alim seperti ke panti asuhan gitu menjadi perbuatan riya’, kalo memang tulus iklas, gag mengijinkan wartawan untuk meliputnya.. kita khusnuzon aja para artis.. wkwkwk..

    Riya? itu yang bahaya.. Naudzubillah min dzalik….😦

  2. tadi ngeliat dewi persik di inpotenmen. dia jalan2 ke pasar pake cadar. tapi begitu diwawancarai di rumah, lhadalah…cadarnya dibuka lagi, wekekekekeke!

    Tampilan yang benar2 menipu tuh mas… saya ga tahu kegilaan macam apalagi ini… ??

  3. Mas tapi kalau cuma dipandang apa yang mereka niatkan emang emmm… bingung sich
    tapi kalau dipandang keg mereka tuk saudara kita sendiri gmna? banyak juga lho saudara kita yang terbantu. jngan terlalau berfikir negatif ah..

    Iya, tapi kita udah kebanyakan berpikir positif terhadap mereka, saf… coba buka Al Hujurat ayat 6… itu ada sedikit panduan bagi kita untuk melihat orang2 seperti mereka

  4. hgaha

    iya mendadak alim neh,, moga2 aja aimnya keterusan

    Itu yang kita harapkan bersama: konsistensi, atau bahasa arabnya ISTIQOMAH…

  5. menurutku semua karena logika pasar. Jadi artis yang dijual gak hanya talent, tapi image. Misal Aq jadi manajer artis, aq juga bakal suruh artisku alim mendadak. Nti kalo dilamar jadi caleg, artisku bakal Qsuruh sok-pintar mendadak. Penonton kita kan sukanya menilai dari image, bukan dari kualitas, karena itulah jangan salahkan artisnya. Walaupun menggunakan agama untuk hal kayak gitu gak bisa dibenarkan juga.
    BTW, siapa yang mau saya manajeri?hehehe

    Maka dari itu, banyak juga yang bilang bahwa tuhannya televisi itu rating… rating-lah yang paling berhak mengatur-atur boleh dan tidaknya televisi menayangkan suatu program

  6. Kebanyakan nonton infotainment sih…
    jadinya update soal artis-artis.

    Pokoknya asal artis gak “main-main” dengan popularitas mereka sih, itu wajar-wajar saja.

    Seperti kata tukang parkir yang menaikkan tarif parkirnya jadi seribu rupiah: “..dalam rangka bulan suci Ramadhan.”

    Saya bukannya suka nonton infotainment, mas. Tapi, itu kewajiban saya utk update masalah media, namanya juga kuliah di komunikasi…

    Artis ga nyari popularitas selama ramadhan? itu masak sih??

  7. mm.. semoga yang mendadak – mendadak alim tadi menjadi alim beneran🙂

    amien, semua juga berharap seperti itu….😀

  8. yiah at least udah menghormati bulan ramadhan lah mz.. rak popo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s