Google adalah Fenomena !!

Tidak ada fenomena Internet sekuat Google. Bahkan Yahoo! pun tak dapat menyamai apa yang Google telah capai di dunia maya. Amazon, Napster, eBay, Friendster – semuanya berhasil menumbuhkan kultur tersendiri, namun Google masih lebih besar pengaruhnya. Google telah berevolusi dari sekadar alat menjadi gaya hidup yang telah mengakar di setiap pengguna internet. Google bukan saja telah meluruskan banyak jalan manusia dalam pustaka internet, tapi juga telah mendefinisi ulang jargon WWW, dari World Wild Web menjadi World Wide Web.

Google bukanlah sekadar mesin pencari informasi, namun telah menjadi lebih penting dari jasa sejenisnya di internet. Alasannya terletak pada intuisi Google yang mampu memprediksi dan memilah kira-kira data mana yang diinginkan pengguna. Alhasil pengguna akan mendapat hal-hal yang memang diinginkannya. Ketajaman indera Google ini dikemas dalam tampilan sederhana yang mudah digunakan. Google tidak ingin penggunanya bingung dalam mengakses situsnya. Adalah standar Google bila halaman utamanya hanya terdiri dari satu kolom utama untuk diisi pengguna dan beberapa link. Rata-rata halaman utama Google terdiri dari 36 kata saja. Tidak heran bila tiap hari masyarakat dunia bisa melakukan lebih dari 200 juta pencarian di Google.

Google sendiri lahir dari keresahan para pendirinya. Tidak puas terhadap kinerja Altavista yang merupakan mesin pencari terbaik saat itu, Larry Page bersama Sergey Brin merancang model mesin pencari baru yang lebih handal sebagai proyek riset kuliah mereka di Stanford. Hipotesis mereka sederhana saja: mesin pencari akan bekerja lebih baik bila jika didasarkan atas analisis tingkat kepentingan situs-situs. Bagi mereka sebuah situs akan makin penting bila banyak pengguna dan situs lain yang merujuk pada situs tersebut. Hipotesis ini mereka wujudkan lewat PageRank System; sistem inilah yang nantinya menjadi rahasia utama kesuksesan kinerja Google.

Metodologi Google terangkum dalam empat tahap. Pertama, Crawling (penjelajahan); Google menggunakan robot penjelajah Googlebot untuk menjelajahi milyaran halaman yang eksis di internet. Penjelajahan bertujuan untuk mengumpulkan informasi dari banyak situs di internet. Setelah tahap ini selesai dilakukan, informasi hasil penjelajahan dipilah dalam proses Indexing, yang merupakan tahap kedua. Setiap halaman dipilah dan disusun berdasarkan tema dan topik ke dalam database raksasa.

Tahap ketiga adalah Processing. Di tahap ini sistem mengambil data dari indeks database mereka, sesuai dengan data yang diminta oleh pengguna. Data yang cocok kemudian akan ditampilkan ke mesin pencari. Ketika urutan hasil pencarian yang diinginkan pengguna telah ditampilkan, Google menganalisa situs mana yang dipilih pengguna, ini merupakan bagian dari tahap keempat Ranking. Pilihan pengguna ini nantinya akan diproses; situs mana yang sering dipilih, mana yang jarang dipilih, semua statistik tersebut dicatat Google. Statistik tersebut nantinya diproses melalui PageRank System sehingga situs-situs bisa diurutkan berdasarkan tingkat kepentingannya. Alhasil, pencarian Google bisa tetap akurat meski trend di masyarakat sudah berganti sekalipun.

Dengan berbagai terobosan yang dilakukannya, Google pun tumbuh menjadi perusahaan yang amat sukses. Dalam usia delapan tahun, perusahaan ini telah memiliki dana tunai $$ 8 miliar, dan kapitalisasi pasar lebih dari $$ 100 miliar. Dengan nilai kapital sebesar itu, Google bisa dikatakan lebih kaya dibandingkan kebanyakan negara-negara kecil.

Melihat arahnya, Google – yang jumlah karyawannya di seluruh dunia sekitar 4.000 orang -tidak akan berhenti di sini. Dan mengetahui bahwa perusahaan ini mengoperasikan sistem komputer paling besar di dunia-mesin pencarinya didukung oleh 100.000 PC dan secara konstan terus ditambah, dunia masih akan menyaksikan gebrakan-gebrakan baru. Antara lain, Google sedang menggeluti riset genetika (bekerja sama dengan biolog terkemuka Craig Venter). Jangan heran kalau lalu muncul istillah “Meng-Google gen”.

Nama Google sendiri berasal dari variasi dari kata ‘googol’, istilah yang merujuk pada angka satu yang diikuti seratus nol. Penggunaan istilah tersebut oleh Google merefleksikan misi perusahaan dalam mengorganisasi jumlah masif informasi yang tersedia di internet. Dengan keunggulan teknologi yang sangat dahsyat (yang terdiri dari 100 ribu komputer kelas satu yang sudah dimodifikasi untuk mencapai efisiensi maksimal), kantor pusat Google bernama Googleplex (yang didekor dengan desain warna-warni selayaknya taman kanak-kanak dan berbagai macam fasilitas hiburan – praktis menimbulkan suasana kondusif untuk berinovasi) dan kian meningkatnya kepercayaan pengguna internet akan khasiat Google, bisa dibilang Google telah memenuhi kebesaran namanya.

Referensi:

Hill, Brad. 2003. Google for Dummies. Canada : Wiley Publishing Inc.

Vise, David A. 2006. Kisah Sukses Google. Jakarta : Gramedia.

“Kesuksesan Google”. Diakses pada 22 Maret 2007. Terarsip di http://www.mail-archive.com/ftikumt2001

“Bagaimana mesin pencari bekerja”. Diakses pada 22 Maret 2007 . Terarsip do http://www.samramdhani.info/bagaimana-mesin-pencari-bekerja.html

13 thoughts on “Google adalah Fenomena !!

  1. Google terlalu mengerikan. Harus ada pesaing (yang setara) yang segera muncul agar kita tidak tergantung sama Google. Tapi memang mereka perusahaan yang sangat bagus. Namun menurut saya akan tetap lebih baik kalo ada persaingan.

  2. termasuk monopoli gak yaaa …. google memang lura biasa😮

  3. saya banyak dibantu om google.

    salam kenal bang🙂

  4. katanya google itu sudah jadi tuhan di internet😀 hehehe
    tapi sistem search engine kayaknya harus diperbaiki😀

  5. anda tau….bahwa, Youtube, blogger , google earth , picasa … itu jg milik google! dah di akuisisi….bner2 raja internet!

    Yup, benar itu semua milik Google. Belum lagi ada open source office yang segera dirilis untuk menandingi office milik microsoft… dan semua fasilitas itu GRATIS… ck..ck..ck.. HEBAT !!!

  6. Pingback: Bookmarks about Venter

  7. dan wordpress juga fenomena.. tanpa ada wordpress mungkin saya belum ngeblog🙂

  8. Google bikin orang jadi terkenal. Makanya banyak yg cinta google.🙂

  9. Yang paling ditakuti Google : takut dikira monopoli…
    Yang terkuat pun masih ada yang dia ditakutin…:)

    Masalahnya, apakah ada peraturan monopoli internasional? saya malah belum pernah dengar. Jadi, kalaupun Google me-monopoli search engine, itu tidak masalah, karena memang belum ada aturannya..
    Lagipula monopoli yang mereka lakukan tdk merugikan secara ekonomi sih, jadi tidak ada yg menggugat..

  10. Pingback: Internet “Menyelamatkan” Mahasiswa. « Dari Sudut Pandangku

  11. Hallo mas Zulfi,
    You said:
    Masalahnya, apakah ada peraturan monopoli internasional? saya malah belum pernah dengar. Jadi, kalaupun Google me-monopoli search engine, itu tidak masalah, karena memang belum ada aturannya..
    Lagipula monopoli yang mereka lakukan tdk merugikan secara ekonomi sih, jadi tidak ada yg menggugat..

    “Mungkin Google belajar dari Microsoft yang memonopoli OS, akibatnya Microsoft dituntut di negerinya sendiri dan di Eropa. Kalau memang benar begitu, itulah sebabnya Google dan Yahoo tidak melakukan merger (padahal investor awal mereka orang yang sama). Karena jika merger, akan menguasai service search engine 50 persen lebih.
    Saat ini Google dikunjungi 30-an persen pengguna unique internet.
    Jadi Google memang belum monopoli. Padahal kalau mau, bisa dilakukan kemarin ketika Yahoo-Microsoft deal gagal. Malahan Google-Yahoo membuat aliansi strategis di bidang periklanan, mereka tetap berdiri sendiri-sendiri…”

  12. Makasih buat masukannya mas/mbak (?).

    Iya,setelah saya baca2 kembali di AS yg membatasi penguasaan pasar (antimonopoli). Tp,pertanyaan saya lagi apakah ada aturan internasional ttg monopoli spt ini? Mengingat GOOGLE udh menguasi 70% pasar search engine dan diikuti 17% Yahoo.

    Klopun bnr tjd MONOPOLI scr internasional,mgkn bkn konsumen yg dirugikan mengingat produk2 GOOGLE yg FREE. Akan tetapi, yg dirugikan tu perusahaan pesaingnya, yg hrs brhadapan dg TEMBOK BESAR GOOGLE. Yg lain mgkn yg patut diwaspadai itu MONOPOLI INFORMASI juga.

    Sekali lagi,makasih bwt masukannya.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s