Nampang di Kedaulatan Rakyat

Hari kemarin tanpa sengaja saya mempraktekkan salah satu syarat sebuah berita yaitu proximity. Apa itu? Proximity memang hanyalah sebuah konsep terhadap berita yang saya dapat di bangku kuliah, bahwa salah satu syarat berita adalah kedekatan berita dengan pembacanya. Sederhananya, sebuah berita akan makin bernilai apabila dibaca oleh orang-orang yang dekat dengan kejadian berita tersebut.

Contohnya, ya kemarin itu. Pagi hari, saya langsung  memburu Koran Kedaulatan Rakyat (biasa disingkat dengan KR). Tidak lazim memang, karena biasanya pagi hari saya lebih sering mengakses berita dari OkeZone.com, situs berita favorit saya. Nah, kemarin itu memang hari yang khusus buat kami (kepanitiaan Pesantren Anak dan Remaja Budi Mulia), karena kunjungan kami beberapa hari lalu rencananya akan dimuat.

Alhamdulillah, berita yang kami tunggu-tunggu akhirnya muncul juga. Berita ini merupakan hasil audiensi kami dengan dewan redaksi KR beberapa hari lalu. Kebetulan, di kepanitiaan ini saya diberi amanah sebagai Ketua Panitia, sehingga wajar bila nama saya terus diulang-ulang memberikan tanggapan dan penjelasan akan seluruh kegiatan (padahal nyatanya yang menjawab saat audiensi banyak rekan saya, hehe, ini rejeki jadi Ketua Panitia: cepat terkenal).

Nampang di KR

Bangga rasanya masuk koran, meski hanya acara ‘ga penting’ seperti ini. Tentu, saya anda dan siapapun pernah memiliki keinginan untuk masuk koran suatu saat nanti. Alasannya bisa macam-macam, karena berprestasi, karena ada tulisan yang dimuat, asal jangan karena masuk penjara aja, hehehe.

Saya pun tak lupa berdoa, kalau hari ini  baru bisa nampang di koran karena jadi Ketua Panitia kegiatan. Suatu saat nanti saya ingin ‘nampang’ di koran karena prestasi saya, Amien. Sebuah PR besar buat saya, bahkan juga anda sekalipun.

2 thoughts on “Nampang di Kedaulatan Rakyat

  1. masuk koran neh…

  2. jadi ingat, zaman dipondok dulu….seiring dengan semakin terkenalnya pondokku sebagai pabrik teroris, semakin banyak pula media yg datang untuk meliput. mulai dr lokal sampai internasional.
    hampir tiap hari wartawan selalu datang.
    berhubung diriku masih kelas 2 madrasah Aliyah dan jadi pengurus IST (kayak OSIS di SMA), jadilah aku yang bertugas menemui wartawan…

    he2…sepakat dengan tulisanmu : rejeki jd pengurus.

    mulai dari ngobrol-ngobrol sama Mr. Ulf samuelsson, duta besar swedia (waktu itu beliau belum jadi duta besar, jadi ikut ngeliput berita juga. dapet kartu namanya juga, lho!!), sama detik.com juga, sampe wartawan sabili yg menampilkan profil, foto + hasil wawancaranya denganku (huh…memalukan, soalnya fotoku jelek banget…mana dikasih judul : TAK HANYA JAGO KANDANG). sayang, majalahnya sekarang dah raib. he2…

    hm….mudah-mudahan do’amu ingin ‘nampang’ di koran karena prestasi bisa terkabul. amien….

    Amien,, Jzk buat doanya juga… semoga ga cuma diriku,tapi kita semua jadi termotivasi utk jadi orang yang lebih baik lagi dari hari ke hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s