Istiqomah dan Impian yang Terwujud

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhanku Allah kemudian mereka istiqomah, maka mereka tidak ada rasa takut dan tidak berduka cita”(QS. 46 : 13)

Begitu banyak mimpi yang pernah kita angankan. Saya, anda dan kita semua tanpa terkecuali tentu pernah merasakan betapa indahnya mengangankan sebuah mimpi. Angan yang dapat saja mendadak menjadi pahit saat melihat begitu kerasnya ‘karang’ yang menghalangi tuk meraihnya, bahkan rasa pahit tersebut akan semakin menjadi-jadi saat kita menyadari impian tersebut tak dapat kita capai.

Di situlah Istiqomah menempatkan perannya dalam mencapai sebuah mimpi. Istiqomah adalah pelita yang mampu menerangi gelapnya perjalanan merebut mimpi kita. Seringkali kita tak menyadari hadirnya, namun hadirnya ternyata dia amat signifikan. Sederhananya, kita dapat memahami sikap Istiqomah lewat sikap seorang individu yang selalu konsisten dan tegar dalam menghadapi sekeras apapun perjalanan meraih impian.

Saya juga menegaskan bahwa Istiqomah yang kita pahami sebagai konsep dalam berIslam ternyata masih dapat diperluas. Perluasan tersebut dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjadi bagian krusial untuk meraih impian kita tentunya.

*********

Mungkin, istiqomah pula yang mengantar Soeharto, seorang anak petani miski dari desa terpencil hingga mampu menjadi penguasa “terbesar” di Indonesia selama lebih dari 30 tahun. Perjuangan yang tak mungkin mudah, karena dia karirnya dititi dari sekedar seorang komandan peleton pada tentara PETA hingga pangkat Mayor Jenderal yang mengantarkannya pada jabatan Presiden. Satu hal, impian yang beliau miliki tidaklah disusuri dengan mudah, melainkan dengan amat susah payah, bahkan hingga nyawa taruhannya.

Mungkin, istiqomah pula yang mengantarkan seorang Bill Gates dan sahabatnya Paul Allen mendirikan imperium bisnis komputer legendaris hingga, Microsoft. Kebesaran imperium yang membawa Bill Gates meraih posisi orang terkaya di dunia selama lebih dari 13 tahun. Kesuksesan tersebut, bukanlah didapat dengan membalik telapak tangan karena usaha tersebut diawali resiko amat besar pula: drop-out dari universitas sekelas Harvard.

Tidak jauh-jauh, tokoh idola kita bersama: Nabi Muhammad, juga amat teguh berIstiqomah dalam menghadapi begitu besarnya cobaan dakwah. Lihatlah, berapa puluh bahkan ratus kali beliau tersudut dan terdesak karena siksaan kaum musyrikin. Namun, Subhanallah, semua cobaan tersebut dihadapi beliau tanpa banyak mengeluh pula. Kini buah dari keIstiqomahan dakwah Rasulullah dapat kita lihat saat ini, saat cahaya Islam telah tersebar ke segala penjuru dunia.

*********

Mungkin, saat ini impian kita sudah setinggi langit. Impian yang bahkan melampaui realita potensi yang ada pada diri kita. Namun, sepanjang kita yakin akan janji Allah dan tetap Istiqomah dalam mengejar mimpi tersebut, insya Allah tak ada hal mustahil di dunia ini. Amien…

One thought on “Istiqomah dan Impian yang Terwujud

  1. amin amin yaa rabbal ‘alamiin.

    sama2,, terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s