Antara Manusia, Kejahatan dan Hukum

Kalau ditanya ketiga komponen di atas adakah memiliki hubungan, maka saya akan menjawab dengan tegas: YA, tentu, karena memang hubungan mereka amat erat.

Konon, umur kejahatan itu sama panjangnya dengan umur umat manusia itu sendiri. Bahkan, ada ungkapan masyhur “dimana ada manusia di sana ada kejahatan“. Sederhananya, kejahatan adalah sahabat setia (?) umat manusia. Dia hadir sebagai penyimpangan perilaku dalam masyarakat. Dia pun bisa hadir kapanpun dan dimanapun manusia berada. Maka dari itu, tingkat dan ragamnya pun mengikuti dan beradaptasi dengan dinamika yang terjadi dalam masyarakat itu sendiri.

Thomas Hobbes pun memiliki melontarkan konsep Homo Homini Lupus. Dimana sebelum ada negara, dalam kehidupan sehari-hari, manusia satu merupakan bahaya (dengan kiasan ‘serigala’) bagi manusia lainnnya. Peringatan ini sebenarnya menunjukkan pada kita bahwa manusia adalah makhluk yang pada dasarnya bebas dan tak terkendali, yang bahkan kebebasan tersebut membawa bahaya bagi manusia lainnya.

Jikalau kita berbicara kebebasan adalah bagian dari HAM, tentunya patut dipertanyakan juga kebebasan yang mana? Kebebasan itu ada batasnya Bung… kebebasan diperbolehkan HANYA JIKA dia tak merusak kebebasan orang lain. Kalau sampai itu dilanggar, berarti tak adil kan bila kita sendiri masih ‘bebas’ sedangkan orang yang kita ‘tindas’ kehilangan kebebasan itu?

Oleh karena itu, maka hadirlah hukum. Hukum hadir  bukan semata-mata menjadi pengekang manusia akan kebebasannya, namun juga menjadi ‘cambuk’ untuk menindak perilaku berbahaya yang dilakukan manusia – tentunya agar tidak terulang kembali. Hukum yang baik, mengutip dari Prof. Ahmad Sodiki, adalah yang mampu memuat fungsi pencegahan sebagai muatan eksitensi hukum itu sendiri. Di samping itu hukum juga harus mendapat reaksi positif yang sejalan dengan dinamika zaman itu sendiri.

Terakhir, sebagai seorang individu saya pun suka akan kebebasan. Namun, sebagai individu yang menjadi bagian dari sebuah masyarakat maka taat pada aturan adalah kemutlakan.

Agar kenapa? Agar hidup ‘kita’ tentram dan aman tentunya…

“Manusia adalah komponen pembentuk masyarakat, kejahatan merupakan simpangannya, sedang hukum tampil sebagai pengaturnya, agar kesemuanya harmonis…”

Salam kedamaian, Kawan !!!

*Karena damai itu INDAH….*

4 thoughts on “Antara Manusia, Kejahatan dan Hukum

  1. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.” (Al Maa’idah : 5 ayat 27)

    Sepertinya berawal dari kisah tersebut diatas ..

    Bahkan, ketika Hawa mengambil Buah Khuldi pun itu kejahatan,bukan?

  2. Hukum itu baru ada ketika semua pemimpin tunduk dan patuh pada hukum, karenanya, selama hukum itu tidak di taati dan di patuhi, maka hukum hanyalah kata-kata.
    qolbi.wordpress.com

  3. paket engkap kehidupan

  4. semoga hukum di indonesia benar-benar bisa ditegakkan, sehingga tidak terdengar lagi oleh kita sebuah statement yang menyatakan bahwa “hukum tidak berpihak pada rakyat kecil”
    keadilan harus ditegakkan!!!

    Sepakat Pak… Hidup Keadilan !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s