NIX 2008: Pameran yang Menjemukan hingga Motor yang (Hampir) Hilang

Lagi, lagi, pameran komputer. Entah, ini pameran komputer yang ke berapa tahun ini, karena saking banyaknya pameran komputer di kota Jogja ini. Maklum, kota Jogja memang memiliki lebih dari 300ribu mahasiswa yang tersebar di lebih dari 100 perguruan tinggi. Sehingga, amat wajar jika kuantitas itu pun sebanding dengan tingginya kebutuhan akan komputer. Teknologi yang konon amat membantu proses perkuliahan. Dan aku pun tidak menafikan fakta itu, karena aku pun juga amat menggantungkan diriku pada kotak canggih ini.

Pameran kali ini berlabel NIX 2008, kepanjangan dari National IT Expo 2008. Pameran yang cukup megah, namun satu hal yang tidak dapat ku tepis yaitu adanya pola homogen antar pameran komputer. Seperti apa bentuknya? Menurutku ini berhubungan dengan pameran yang selalu menonjolkan sisi “kapital”, hal ini dapat dilihat dari toko-toko komputer yang berlomba-lomba mengisi stan, dan seakan-akan pindah tempat berdagang. Belum lagi pengunjung yang tidak berbeda jauh, mereka selalu datang dengan ‘motif ekonomi kelas berat’. Di mana modal sedikit mungkin diharapkan akan terganti dengan produk setinggi mungkin kualitasnya. Tak mengherankan bila banyak pengunjung yang lebih memilih menghabiskan energinya untuk berputar-putar terlebih dahulu sebelum memastikan produk yang akan dibeli. Tentu agar produk yang dibeli tidak salah pilih, tetap terbaik dari segi kualitas maupun harga.

Hal di atas tentu amat menjemukan bagiku, dan mungkin saja juga bagi mahasiswa sejenis yang senang datang ke pameran namun berkantong tipis. Bagaimana tidak menjemukan, kawan? Aku hanya bisa berputar-putar menghabiskan energi, tanpa dapat menikmati apa-apa selain (mungkin) menonton pengunjung bergembira menggotong berbagai produk yang telah dibeli. Inilah perbedaan pameran komputer dengan pameran lainnya, pameran ini lebih sulit dinikmati. Maklum, produk-produk yang ada tak akan bebas dinikmati.

Maka dari itu, adanya acara pendukung kini dijadikan magnet oleh penyelenggara untuk menyedot pengunjung. Terutama buat pengunjung yang tak memiliki niat menghabiskan isi kantongnya (seperti diriku), mengalihkan perhatian ke acara pendukung yang dipersiapkan oleh panitia adalah jawaban paling logis. Di NIX 2008 ini, acara yang jelas amat menyedot perhatianku tentu lomba LiveBlog. Alasanku jelas klise, karena tak akan jauh dari kegratisan biaya plus tawaran hadiah yang amat sulit tuk dilewatkan (maklum anak kost).

Sudahlah, memang itu niat kedatanganku ke NIX 2008 ini (mencari hadiah dari lomba LiveBlog). dan kali ini aku memang tak ingin mengeluarkan sepeser pun uangku tuk membeli produk. Maka, selepas mencari informasi mendetail tentang lomba liveBLOG, aku pun beranjak pulang. Pikirku untuk apa lama-lama berada di pameran? Toh juga tidak ada lagi yang dapat kulakukan, selain mungkin ngiler pingin beli ini-beli itu.

Aku pun keluar dari gedung JEC yang megah ini. Sembari masih memikirkan apa yang akan ku tuliskan. Mau menulis hal yang lucu, ga punya ide, mau yang serius plus teoritis, belum sempat baca buku, intinya ideku lagi buntu.

Maka ketika tanpa sengaja kawanku, Adrian, nyeletuk, “Pameran komputer tu emang gini-gini aja, mbosenin…” Aha… serasa ada lampu menyala di atas kepalaku, ide yang brilian menurutku dan tanpa pikir panjang langsung ku rencanakan tuk diangkat.

Cerita pun berakhir, karena saat masuk parkiran, aku baru sadar kalau kunci motorku tak berada di kantong celana maupun jaketku. Aku jadi panik dan segera berlari mengecek motorku. Alhamdulillah, motorku masih ada. Inilah nasib jadi orang rada pelupa, kunci motorku seringkali nyantol di motor tanpa disadari. Bergegas aku membongkar-mbongkar tas tuk mengecek keberadaan kunci motor, dan memang raib entah kemana. Kondisi cuaca yang panas makin membuatku tak dapat berpikir logis.

Alhamdulillah, dari kejauhan aku melihat tukang parkir yang sedang duduk berleha-leha mendengarkan MP3. Pikirku tak ada salahnya tuk bertanya, mungkin dia dapat membantu.

“Mas, kunci motor saya hilang..” aku melaporkan diri pada Tukang Parkir tersebut.

“Motor yang mana?” tanya tukang parkir tersebut. Tanganku pun menujuk di kejauhan motor Supra-X abu-abu milikku. Dan kami berdua pun berjalan mendekati motorku. Sejurus, dia pun menanyakan STNKku, tentu tanpa kesulitan aku memperlihatkannya. Hingga tanpa ku sadari, tiba-tiba keluarlah gantungan kunci yang sangat kukenal dari kantong bajunya. Fiuh,Alhamdulillah, aku harus bersyukur, lagi-lagi kecerobohanku kali ini masih dapat terselamatkan.

Sembari masih tersenyum gembira, aku menarik gas motorku menuju rumah bibi yang tak jauh dari JEC. Kini, tak hanya keberuntungan motor yang dapat terselamatkan. Namun, bahan ngeBlog pun datang tanpa dikira-kira. Alhamdulillah…

Note: Buat sobatku Tiko, makasih euy buat pinjaman laptopnya.

Sori nganggu dirimu… besok kalau menang tak traktir wis…. Hahaha.

8 thoughts on “NIX 2008: Pameran yang Menjemukan hingga Motor yang (Hampir) Hilang

  1. lain kali jangan lupa lagi ya mas🙂

  2. dulu setiap pameran komputer, bisa dipastikan aku selalu datang dengan tujuan ngumpul2in brosur.
    sampe temen2 pada hafal, kalo nanya2 masalah harga barang elektronik, “QOLBI’ itu pakarnya. mulai dari perbandingan dengan harga pameran sebelumnya, sampe perbandingan harga antar toko, sampe perbandingan bonus, semua terekam di kepalaku.

    tapi gak tau kenapa, sekrang juga udah males… dan rasa-rasanya perbedaan harga udh nggak se-mencolok dulu lagi…

    dan yang paling bikin sebel, adalah desak2an sama pengunjung yg lain….

    buat EO pameran, bikin ‘sesuatu’ yang ‘heboh+menarik+inovatif’ untuk pameran2 selanjutnya… !!OK?!!!

  3. Salah siapa hayo??
    Selamat bertanding…
    (mirip semangat bwt atlet2 thomas dan uber cup..!

  4. huhuhuhu..
    liat sayah ngecepres berbusa busa ndak?
    hihi..

    ga sempet je mbak,,,,

  5. hehehe…biasa itu…terkadang emang kita bisa blank
    pingin ninggalin cerita nih…

    dulu waktu saya masih SMP ibu saya pernah marah kehilangan pisau…
    pisau ibu mana…pisau ibu mana ( padahal ketika sedang marah tersebut ibu lagi pegang pisau yang dicari )

    anehnya kita cuman bengong…enggak ngejawab dan ibu tersipu ketika ia sadar pisaunya masih di genggaman….

    hihihihi…

  6. ass.

    memang kalo lupa datang..wah gawat mas…

    salam kenal

    waslm, salam kenal balik….

  7. wah untung tukang parkirnya baik tuh, kalo di jakarta kayaknya bisa minta uang “nemu” tuh si tukang parkir atau malah motornya dah dilariin (ups… gak boleh suudzon yah🙂 )

    Alhamdulillah,,,

  8. waw.. nyaris yah.. ^_^
    laen kali ati2..🙂

    btw kok pamerannya banyakan isinya laptop smuah..
    pdhl lg nyari2 HD Ext kemaren..

    Iya Mas,,, namanya juga lagi ‘era laptopisasi’
    dimana-mana laptop, dimana-mana laptop….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s