Bermimpi Sukses ala Jeff Bezos Amazon

REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK
by Jeff Bezos

image

Ini ilustrasi cara BERMIMPI yang benar bagi seorang pengusaha pemula, atau siapa saja yang ingin sukses di masa depan.

Proyeksikan diri kita suatu saat akan berusia 80 tahun. Buatlah daftar apa saja yang akan membuat kita menyesal (regret). Semakin di atas, semakin penting.

List ini nantinya akan membantu kita utk memutuskan ya/tidak saat tawaran gurih silih berganti menghampiri. Itulah esensi utama dari memiliki MIMPI. MIMPI memberi panduan bagi kita untuk tetap FOKUS & KONSISTEN berjalan menuju tujuan.

Tanpa MIMPI, kita bisa saja akan tetap sibuk berjalan. Tapi perjalanan kita mbelok kanan-kiri, bahkan tanpa disadari kitapun tersesat.

Jeff Bezos yang mencetuskan REGRET MINIMIZATION FRAMEWORK (RMF) ini sudah mempraktekkannya di usia 30an tahun. Saat dimana ia memiliki pekerjaan dg status sosial & gaji yg menggiurkan di WALL STREET.

Setelah berdiskusi dg boss-nya, ia pun memutuskan utk Resign dan mengejar mimpinya berjualan buku secara online dengan bendera AMAZON. Suatu keputusan besar, keluar dr pekerjaan yg mapan dan prestisius utk memulai sebuah usaha yang serba tidak pasti.

APA KIRA-KIRA TOP LIST RMF yang membuatnya seberani itu?
Top listnya adalah dia tidak ingin di usia 80 tahun kelak. Ia menyesal karena selagi muda dahulu, ia mengabaikan revolusi teknologi informasi yang sedang mengguncang dunia. Ia tidak ingin hanya jadi penonton revolusi zaman. Ia harus jadi pemain utamanya.

20 tahun berlalu. Di Tahun 2015. Jeff Bezos kini punya kekayaan lebih dari 650 trilyun rupiah. Ia pun menjadi orang terkaya ke-5 di dunia versi Forbes.

JADI…
Apakah yang kira-kira akan membuat kita menyesal di umur 80 tahun kelak? Sudahkah kita pernah memikirkannya?

#entrepreneur #wirausaha #amazon #jeffbezos #iframerental #bermimpi #mimpi #quote

TELEPON DARI AXA MANDIRI YANG MENGGANGGU!!

Telepon-AXA-Mandiri-yang-Mengganggu Dari kemarin ditelpon bolak-balik dari nomor Jakarta. Dicoba googling ga ketemu itu nomor kantor apa. Sempat khusnudzon itu klien IFRAME Multimedia, Jasa Foto dan Video di Jogja & Rental Kamera Jogja yang mau bekerjasama.

Ternyata ketika diangkat, yang nelepon perempuan dan mengaku AXA Mandiri. Berhubung saya bukan pengguna AXA Mandiri, otomatis saya berpikir ini pasti telepon promosi / prospek. Continue reading

Menjadi seorang entrepreneur

01“Menjadi seorang entrepreneur, adalah memilih untuk menjalani bertahun-tahun kehidupan yang tidak diinginkan oleh kebanyakan orang lain. Kerja non-stop, tidak punya waktu libur, pendapatan yang tidak menentu (kadang kurang, kadang juga berlebih), was-was usaha ambruk dan gagal, ga punya status sosial yang tinggi di depan orang tua/mertua/masyarakat, dsb.

Tapi… ya inilah jalan yang harus kita tempuh, kita membayar mahal kebahagiaan esok hari. Agar sisa hidup kita kelak, bisa dijalani seperti yang tidak dapat dirasakan oleh orang kebanyakan.

Usaha Jalan, Kitanya Jalan-Jalan.”

Surat Cinta Buat Ibu Mentriku: Pejabat dan Kepatutan Perilaku

berbagi cinta & makna

Ibu, saya tulis surat ini untukmu, sebagai ungkapan rasa hatiku, sebagai (sesama) ibu. Tentu saya sangat gembira, saat di hari Minggu sore tanggal 26 oktober lalu, beberapa ibu yang berkualitas dan tak diragukan dedikasinya, maju ke depan dipanggil satu-persatu. Menjadi mentri ini dan itu. Alhamdulillah, kiranya kiprah perempuan mulai lebih banyak mendapat penghargaan di negeri ini.

susi 2

Namun, saat hari makin senja Minggu itu, saya mulai dikagetkan dengan tulisan di salah satu media massa, tentang ibu. Aduh Ibu, tulisan yang bersifat laporan pandangan mata itu sungguh mengganggu saya. Bahwa selepas dipanggil pak presiden itu, ibu diwawancarai para wartawan sambil menghabiskan satu batang rokok. Meski berita itu dikemas dengan pembahasaan ‘unik’, atau ‘nyentrik’, tapi bagi saya, sama sekali tidak begitu bu. Maaf ya Bu, lalu saya mulai gugling, tentang sosok Ibu, yang namanya pun baru saya tahu sejak pengumuman kabinet kerja itu.

Menilik pengalaman hidup Ibu untuk tetap terus

View original post 815 more words

Mamak Pengen ke UGM

Wisuda UGMSuatu ketika di masa-masa berat dan galau mengerjakan skripsi. Mamak sempat nyeletuk, “Mamak tu pernah ke Jogja, tapi ga pernah masuk UGM. Insya Allah besok pertama kali bisa masuk kampusmu ya pas kamu wisuda”.

Sejenak saya merasa bersalah sekali karena lama ‘menunda’ kelulusan. Celetukan Mamak benar-benar terngiang terus…

Akhirnya…. setelah hampir 2 tahun, skripsi selesai juga. Bangga & puas sekali rasanya, bisa berfoto bareng Mamak-Bapak di depan GSP UGM.

Plong rasanya setelah itu…

Di waktu kuliah kembali padat dan saya keteteran. Kemarin pagi, saya menghubungi Mamak. Saya katakan pada Mamak, “Mak, doakan saya lancar kuliahnya ya. Saya pengen nyelesaikan S2 saya ini. Saya pengen Mamak datang lagi ke UGM khusus untuk menghadiri wisuda saya.”
————-
“Kalau kamu tidak bisa menyelesaikan skripsi untuk dirimu sendiri, cobalah untuk menyelesaikan skripsi untuk Ibumu, untuk Bapakmu, untuk siapapun yang kamu cintai. Agar mereka bahagia pernah mengenalmu…”

Virus Wirausaha McClelland

Virus Wirausaha McClelland

Virus Wirausaha McClelland

Wirausaha itu bukan warisan genetik, tapi ia virus yg bisa ditularkan begitu kira-kira pemikiran David McClelland. Wirausaha dalam hal ini merupakan jelmaan dari term “need for achievement” (n-ach) dari teori need-nya.

Kita seringkali membicarakan Teori McClelland bahwa suatu negara maju harus punya minimal 2% dari warganya yang berwirausaha. Tapi kita seringkali tidak sampai pada saran dari McClelland bagaimana caranya agar sampai kesana.

 

Baginya, suatu negara yang ingin tinggi “n-ach” masyarakatnya (dimana n-ach tinggi = tinggi semangat wirausaha). Bisa memulainya sejak dini. Anak-anak yang masih di sekolah dasar bisa diberikan kisah-kisah tentang kesuksesan berwirausaha. Di Eropa & Amerika sendiri, ia meneliti bahwa di awal 1900-an sejak kecil anak-anak sudah mulai diberi kisah/dongeng dengan dosis n-ach yang tinggi. Berpuluh tahun kemudian dengan virus itu, McClelland menemukan fakta bahwa mereka lah yang jadi tulang punggung kemajuan ekonomi negara mereka.

 

Dia juga menemukan di abad ke-16 ketika Eropa mulai bangkit dari masa kegelapan. Ketika itu banyak ditemukan karya sastra (novel, puisi, syair, dsb) yang tinggi virus n-ach nya. Perekenomian Eropa pun lalu melesat dengan revolusi industrinya. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari suatu negara selalu didahului oleh karya-karya sastra dengan dosis n-ach yang tinggi.

 

Lalu, dimanakah tempat terbaik untuk mengajari anak virus n-ach berwirausaha? Jawab McClelland, dalam KELUARGA!

 

Ilustrasi gambar diambil dari Business News Daily