<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>::: Zulfi Ifani&#039;s Blog :::</title>
	<atom:link href="http://zulfiifani.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://zulfiifani.wordpress.com</link>
	<description>:: My Ideas :: My Journeys :: My Perspective ::</description>
	<lastBuildDate>Sun, 06 Dec 2009 08:13:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='zulfiifani.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9aeaf8c351252bcdd1352a400cc56238?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>::: Zulfi Ifani&#039;s Blog :::</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Partai Balairung</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/12/06/partai-balairung/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/12/06/partai-balairung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 08:10:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politika]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Balairung]]></category>
		<category><![CDATA[PEMIRA]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Turut meramaikan dan mendukung PEMIRA 2009!
Pilih PARTAI BALAIRUNG, NOMOR 5!

       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=588&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">Turut meramaikan dan mendukung PEMIRA 2009!</p>
<p style="text-align:center;">Pilih PARTAI BALAIRUNG, NOMOR 5!</p>
<p><a href="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/12/partai-balairung.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-587" title="Partai Balairung" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/12/partai-balairung.jpg?w=427&#038;h=604" alt="" width="427" height="604" /></a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/588/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/588/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/588/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=588&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/12/06/partai-balairung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/12/partai-balairung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Partai Balairung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Melawan Islam Liberal</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/12/01/melawan-islam-liberal/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/12/01/melawan-islam-liberal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Dec 2009 08:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Adian Husaini]]></category>
		<category><![CDATA[Adnin Armas]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Foucault]]></category>
		<category><![CDATA[Islam Liberal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=581</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, pertarungan wacana Islam Liberal merupakan salah satu perbincangan yang amat menarik bagi kaum muslim kelas menengah, mulai dari strata guru besar, kyai, ustadz atau bahkan sekedar mahasiswa kampus “sekuler” macam saya bisa jadi merupakan aktor dalam “drama” ini.
Saya sendiri juga termasuk dalam muslim kelas menengah tersebut. Selama beberapa tahun terakhir pun, saya turut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=581&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="background-color:#ffffff;">Hari ini, pertarungan wacana Islam Liberal merupakan salah satu perbincangan yang amat menarik bagi kaum muslim kelas menengah, mulai dari strata guru besar, kyai, ustadz atau bahkan sekedar mahasiswa kampus “sekuler” macam saya bisa jadi merupakan aktor dalam “drama” ini.</span></p>
<p>Saya sendiri juga termasuk dalam muslim kelas menengah tersebut. Selama beberapa tahun terakhir pun, saya turut serta dalam perbincangan ini, walau sebatas tahap pengisian bensin pemikiran di otak saya. Di perpustakaan pribadi saya misalnya, ada beberapa buku yang khusus (ada sekitar tujuh buku) dibeli untuk mengklop-kan diri dengan perbicangan tersebut. Dan sebagian besar, buku tersebut diterbitkan Gema Insani Press (GIP), khususnya lagi dari rahim pemikiran Pak Adian Husaini <em>and the gank</em>.<br />
<span id="more-581"></span><br />
<a href="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/12/foto_027.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-584" title="Pengaruh Kristen Orientalis" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/12/foto_027.jpg?w=240&#038;h=300" alt="" width="240" height="300" /></a><br />
Dari buku-buku tersebut, saya dapat menangkap bahwa rekan-rekan liberal <em>(saya menyebut tokoh-tokoh liberal sebagai rekan. Karena bagi saya mereka masih muslim dan perlu dibantu)</em> selalu menggunakan trik yang sama untuk mendekonstruksi suatu pemahaman Islam, yaitu: manipulasi fakta, pengambilan referensi “pinggiran” dan juga pendewaan konsep barat.</p>
<p>Pada suatu ketika, mereka bisa memanipulasi fakta sejarah demi mendukung pernyataan mereka, kasus pencatutan Imam Syafi’i untuk melegalkan pernikahan beda agama adalah contohnya.  Namun, pada suatu ketika bisa saja ada referensi “pinggiran“ yang diangkat untuk mendukung argumen mereka, seperti pada kasus keaslian Mushaf Utsmani yang melibatkan Ibnu Mas’ud di dalamnya. Atau bisa jadi yang digunakan adalah model terakhir berupa pendewaan konsep barat untuk memahami Islam, seperti <em>archaeology of episteme </em>dari Michael Foucault yang digunakan untuk menganalisa Al Qur’an.</p>
<p>Setidaknya poin-poin itulah yang menjadi spirit untuk menelanjangi rekan-rekan liberal dalam buku “<strong>Pengaruh Kristen Orientalis terhadap Islam Liberal” </strong>karya Pak Adnin Armas, salah seorang tokoh <a href="http://insistnet.com/">INSIST</a>. Buku ini merupakan kodifikasi dari debat beliau dengan beberapa tokoh Islam Liberal dalam sebuah milis. Debatnya cukup singkat, terjadi antara medio April 2001 hingga Oktober 2001. Namun, debat tersebut mampu membahas berbagai isu-isu keIslaman kontemporer, mulai bola panas sekularisasi dan syariat Islam, problematika evolusi agama hingga isu klasik skeptisisme keotentikan Mushaf Utsmani. Kesemua hal tersebut mampu diulas secara singkat padat, namun dengan bahasa yang membumi untuk dipahami orang awam sekalipun.</p>
<p>Yang patut diapresiasi pula adalah kehebatan seorang Adnin Armas dalam melawan keroyokan para tokoh-tokoh liberal, seperti Luthfi Assyaukanie, Abdul Ghofur, A.K. Jailani, Hamid Basyaib hingga Ulil Abshar Abdalla (Koordinator JIL saat itu). Kesemua tokoh tersebut, punya kompetensi yang amat mendalam terhadap wacana Islam. Ajaibnya, hampir semua argumen <em>nyleneh</em> rekan-rekan liberal mampu dijawab oleh Pak Adnin. Bahkan, pada beberapa kesempatan Pak Adnin melancarka pukulan telak dengan memamerkan teks-teks yang telah mereka manipulasi secara sepihak.</p>
<p>Buku ini, bagi saya, menunjukkan bahwa wacana Islam Liberal bukanlah menara gading yang tak dapat dirobohkan. Konsepsi mereka sebenarnya rapuh, yang akan mudah roboh dengan ketelitian membaca referensi. Kalaupun mereka terlihat gagah saat ini, itu tidak lebih dari permainan media yang selalu mengakomodir perkembangan mereka. Di hadapan media, mereka selalu dicitrakan sebagai kelompok Islam yang inklusif, ramah dan bersahabat. Sebaliknya, kelompok seperti Pak Adnin, selalu ditampilkan negatif, konservatif bahkan tak jarang pula dicitrakan fundamental. Entah sampai kapan pencitraaan yang sangat tidak adil ini akan terus dilanjutkan.</p>
<p>Terakhir, siapa pun anda, apa pun latar belakang anda, buku ini sangat bagus untuk dibaca. Meskipun cukup <em>jadul</em> (terbit tahun 2003), namun isinya masih sangat relevan dijadikan pedoman dalam melawan Islam Liberal. <em>Just check it out!</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/581/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/581/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/581/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=581&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/12/01/melawan-islam-liberal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/12/foto_027.jpg?w=240" medium="image">
			<media:title type="html">Pengaruh Kristen Orientalis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lalu, Adilkah Ini?</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/29/lalu-adilkah-ini/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/29/lalu-adilkah-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 04:08:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[“Good is an essential element of reality. Evil does not exist in itself but is, rather, an imperfect reflection of the real, which is good.”
(Plato, Dialogues)
Bagi saya, keadilan adalah sebentuk idealita. Manusia akan selalu mencari dan memperjuangkan keadilan tersebut. Namun, sesuai kodratnya sebagai idealita, ia tak akan pernah menemui tempatnya.
Lihat saja, bagaimana seorang Nenek Minah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=579&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="background-color:#ffffff;">“Good is an essential element of reality. Evil does not exist in itself but is, rather, an imperfect reflection of the real, which is good.”</span></p>
<p>(<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plato" target="_blank">Plato</a>, <em>Dialogues</em>)</p>
<p>Bagi saya, keadilan adalah sebentuk idealita. Manusia akan selalu mencari dan memperjuangkan keadilan tersebut. Namun, sesuai kodratnya sebagai idealita, ia tak akan pernah menemui tempatnya.</p>
<p>Lihat saja, bagaimana seorang <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/19/152435/1244955/10/mencuri-3-buah-kakao-nenek-minah-dihukum-1-bulan-15-hari" target="_blank">Nenek Minah</a> yang hanya mengambil 3 buah kakao nyaris dipenjara berbulan-bulan. Sedangkan, begitu banyak kasus korupsi bermiliaran rupiah (ada yang mencapai puluhan rupiah bahkan) dengan mudahnya lolos dari lubang jarum hukuman pengadilan.<span id="more-579"></span></p>
<p>Lihat saja, pelaksanaan Idul Kurban, <a href="http://news.okezone.com/play/2009/11/26/236/14947/pembagian-kupon-kurban-ricuh" target="_blank">khususnya dalam pembagian daging kurban</a>. Memunculkan ironi begitu banyaknya masyarakat miskin di negeri kaya raya ini. Nenek-nenek, anak kecil yang lemah tak berdaya, harus bertarung memperebutkan beberapa ons daging. Sedangkan, ada sebagian kelas masyarakat yang berfoya-foya menghamburkan uang ratusan ribu hanya untuk sekali mengenyangkan perut. Lalu, adilkah ini?</p>
<p>Kita, manusia, sering berpikir bahwa keadilan adalah idealita yang harus ditegakkan. Bahkan dengan pertumpahan darah sekali pun. Atau justru kita yang tidak bisa memahami keadilan dalam kacamata Tuhan. Bisa saja, kita tidak sadar bahwa dalam kacamata Tuhan inilah keadilan yang sebenarnya. Dimana dunia penuh ketidakadilan, di situlah letak keadilan Tuhan. Ada baik, ada buruk, ada hitam ada putih, itulah keadilan.</p>
<p><em>Yang benar saja, kawan??</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/579/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/579/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/579/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=579&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/29/lalu-adilkah-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah Video</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/15/sebuah-video/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/15/sebuah-video/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 09:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisahku]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[tunangan]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya mendapat permintaan untuk menyelesaikan sebuah video. Sebuah video istimewa, karena merupakan video setahun pertunangan sepasang kekasih. Walhasil, saya pun harus merangkai belasan foto yang tersedia untuk dijadikan sebuah rangkaian cerita. Sekaligus pula, untuk menghidupkan suasana video, saya menambahkan beberapa puisi yang dirasa relevan.
Sebenarnya editing video sudah jadi pekerjaan saya selama setahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=572&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="background-color:#ffffff;"><img class="alignright size-medium wp-image-573" title="video camera" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/11/camera.jpg?w=234&#038;h=209" alt="video camera" width="234" height="209" />Beberapa waktu lalu saya mendapat permintaan untuk menyelesaikan sebuah video. Sebuah video istimewa, karena merupakan video setahun pertunangan sepasang kekasih. Walhasil, saya pun harus merangkai belasan foto yang tersedia untuk dijadikan sebuah rangkaian cerita. Sekaligus pula, untuk menghidupkan suasana video, saya menambahkan beberapa puisi yang dirasa relevan.</span></p>
<p>Sebenarnya editing video sudah jadi pekerjaan saya selama setahun terakhir ini. Saya pernah mengurung diri di sebuah kantor selama lebih dari 2 bulan hanya untuk menyelesaikan sebuah film. Boleh jadi, saat ini editing bukan pengalaman yang istimewa lagi bagi saya. Akan tetapi, kali editing terasa sedikit berbeda. <em>Berbeda, saat kawan saya menyampaikan rasa terimakasihnya karena video tersebut begitu berkesan bagi tunangannya.</em></p>
<p><span id="more-572"></span></p>
<p>Serasa menjadi Hiro Nakamura di Serial <em>Heroes</em>. Saya merasa dapat melipat waktu, dan kembali ke masa lalu. Saya juga memiliki kenangan pribadi akan sebuah video. Khususnya, video pertama. Sebenarnya, bukan karena pengalaman pertama. Namun lebih dikarenakan “untuk siapa” saya membuatnya.</p>
<p>Video itu, saya buat khusus di hari ulang tahun seorang sahabat. Seseorang yang selama bertahun-tahun begitu berarti bagi saya. Meski saya tak pernah melakukan editing video sebelumnya, saya tetap optimis mampu mewujudkannya. Dan, sepanjang malam pun saya relakan tanpa istirahat demi video tersebut.</p>
<p>Alhasil, jadilah sebuah video berdurasi tidak lebih dari 10 menit. Sebuah video berisi rangkaian gambar dan kata-kata mutiara. Yang mungkin sangat buruk sekali bila dibandingkan dengan karya-karya saya saat ini.</p>
<p>Bila kini, kawan saya mengatakan bahwa tunangannya begitu menyukai video itu. Mohon maaf, saya tidak percaya kata-kata itu. Karena saya yakin, bukan video itu yang membuat tunangannya bahagia. Tapi, karena “siapa yang memberi”.</p>
<p>Saya tidak membuat video tunangan tersebut dengan sepenuh hati. Yah, itu hanya sekedar kemampuan teknis dalam menguasai <em>Adobe Premiere</em>. Justru, di video pertama dulu, ada keterlibatan hati saya di sana. Saya merelakan semalam tanpa tidur, bahkan dengan meminjam komputer kawan. Namun, saya tidak tahu bagaimana perasaaan dia setelah melihat video tersebut. Gembira atau justru dia tidak pernah melihatnya sama sekali? Entahlah…</p>
<p>Saya begitu yakin, bahwa ini bukan masalah video itu bagus atau tidak. Tapi, masalahnya terletak pada “siapa yang memberi”. Lemparan batu sekali pun, bila dilakukan kekasih, sakitnya tak akan pernah terasa.</p>
<p><em>(Kini softfile video ini hilang entah kemana. Mungkin memang harus diikhlaskan. Karena ingatan yang ada justru membuat kecewa.)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=572&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/15/sebuah-video/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/11/camera.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">video camera</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cicak Tidak Pernah Sendirian</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/09/cicak-tidak-pernah-sendirian/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/09/cicak-tidak-pernah-sendirian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 00:07:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[“Dan janganlah (sebagian) kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan)  harta itu kepada hakim (penguasa), supaya kamu dapat memakan  sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa padahal kamu mengetahui” (Q.S Al Baqarah : 188)
Entah sudah berapa minggu kasus KPK vs POLRI ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=567&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-568" title="Cicak vs Buaya Cover Tempo" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/11/cicak-vs-buaya-tempo.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Cicak vs Buaya Cover Tempo" width="225" height="300" />“Dan janganlah (sebagian) kamu memakan harta sebagian yang lain diantara kamu dengan jalan bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan)  harta itu kepada hakim (penguasa), supaya kamu dapat memakan  sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa padahal kamu mengetahui” </em>(Q.S Al Baqarah : 188)<em></em></p>
<p>Entah sudah berapa minggu kasus KPK vs POLRI ini menjadi headline media massa negeri kita. Sederhananya, tentulah masalah ini diposisikan begitu penting oleh pihak media massa sehingga mendapatkan porsi yang sangat dominan dalam berbagai pemberitaan.</p>
<p>Saya melabeli kasus ini sebagai pertarungan antara KPK vs POLRI. Bukan tanpa alasan, mengingat dari kacamata orang awam akan terlihat secara jelas konfrontasi kontinu antara KPK dan POLRI.<span id="more-567"></span> Di satu sisi, KPK terbukti berusaha keras memberantas korupsi tanpa pandang bulu, siapa pun pejabatnya dilibas bila memang terindikasi. Entah itu anggota DPR, Gubernur, bahkan Jaksa Agung sekalipun. Ini jelas kemajuan yang baik, karena di era terdahulu tindakan tersebut begitu langka ditemui. Mau tak mau, ini memberikan efek jera dan efektif untuk menangkal munculnya korupsi-korupsi baru.</p>
<p>Sedangkan di sisi lain, POLRI secara mengherankan justru menangkapi satu per-satu petinggi KPK. Mulai dari Antasari Azhar, yang diindikasikan terlibat pembunuhan. Dan kini Chandra Hamzah dan Bibit Samad yang diduga menerima dana suap dari Anggoro Widjojo.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-569" title="Cicak berani Buaya" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/11/cicak-berani-buaya.jpg?w=240&#038;h=260" alt="Cicak berani Buaya" width="240" height="260" /></p>
<p><em>Lalu apakah salah dengan penangkapan para pemimpin KPK tersebut?</em></p>
<p>Tentu tidak salah bila mereka memang terbukti salah, dan ada bukti kuat. Yang disayangkan bila kemudian tindakan ini berlarut-larut dan menimbulkan paling tidak dua ekses berbahaya, yaitu; <em>Pertama</em>, indikasi pelemahan fungsi KPK. KPK justru disibukkan dengan permasalahan internalnya. Padahal di luar sana masih banyak kasus korupsi yang harus diselesaikan. Mengharap POLRI dan Kejaksaan Agung untuk bertindak taktis memberantas korupsi, sama saja mengharap keputus asaan.</p>
<p><em>Kedua</em>, isu cicak vs buaya (yang dipopulerkan oleh Kabareskrim non-aktif Susno Duadji) ini bisa jadi pengalihan isu. POLRI yang kalap, atau mungkin berusaha menyelamatkan tokoh-tokoh tertentu, meledakkan isu ini. Kasus Bank Century misalnya, ini masalah yang amat besar karena melibatkan nama besar Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Andai ini benar-benar jadi agenda publik dan kemudian diusut. Akan jadi tragedi nasional nantinya bila memang terbukti. Ini belum termasuk, kasus hilangnya ayat tentang tembakau di UU Kesehatan yang kontroversial itu.</p>
<p>Seperti kata Rasul, “<em>Manusia adalah tempat salah dan khilaf”</em>. Salah dan khilaf adalah sifat alami dari manusia. Namun, bukan berarti dianggap kewajaran dan dibiarkan. Justru, harus dilawan dan dibentuk sistem ketat untuk menekan kecenderungan tersebut. Dan, itulah penegakan hukum!</p>
<p>Kata seorang rekan, “<em>Bukan karena cicak atau buaya. Tapi karena kita mempertahankan Negara yang sama.”</em> Saya setuju, bahwa perjuangan ini bukanlah perjuangan menyelamatkan KPK. KPK bukan malaikat yang <em>ma’sum</em> (dijaga dari kesalahan). Namun, lebih dari itu, agenda pemberantasan korupsi adalah salah satu amanat reformasi. Dan, (sementara ini) KPK adalah simbolisasi perjuangan tersebut. Maka, ketika KPK lumpuh, lumpuh pula pemberantasan korupsi.</p>
<p>Lalu, dimana posisi POLRI dan Kejaksaan Agung kini? Sepertinya mereka perlu banyak membuktikan kinerja, bukan sekedar menangis sesenggukan di depan media massa dan anggota DPR… Setuju?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=567&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/11/09/cicak-tidak-pernah-sendirian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/11/cicak-vs-buaya-tempo.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak vs Buaya Cover Tempo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/11/cicak-berani-buaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cicak berani Buaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersabar Terhadap Bank Syari’ah</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/30/bersabar-terhadap-bank-syari%e2%80%99ah/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/30/bersabar-terhadap-bank-syari%e2%80%99ah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 23:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[SMA 1 Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini berangkat dari refleksi saya selama menjadi nasabah bank syari’ah. Setelah merunut ke belakang, selama 6 tahun belakangan ini ada suka-duka selama menggunakan jasa perbankan syari’ah. Sehingga nantinya, poin-poin yang saya angkat pun akan berkisar pada pengalaman pribadi, bukan deskripsi ilmiah berbasis teori ekonomi Islam.
Sejak bermigrasi ke bank syari’ah pada saat kelas 1 SMA. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=555&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-medium wp-image-562" title="Bank Syariah" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/syariah.jpg?w=231&#038;h=300" alt="Bank Syariah" width="231" height="300" />Tulisan ini berangkat dari refleksi saya selama menjadi nasabah bank syari’ah. Setelah merunut ke belakang, selama 6 tahun belakangan ini ada suka-duka selama menggunakan jasa perbankan syari’ah. Sehingga nantinya, poin-poin yang saya angkat pun akan berkisar pada pengalaman pribadi, bukan deskripsi ilmiah berbasis teori ekonomi Islam.</p>
<p>Sejak bermigrasi ke bank syari’ah pada saat kelas 1 SMA. Saya memang mendapatkan suka-duka tersendiri. Misalnya, bahwa saya adalah salah satu <em>assabiqunal awwalun</em> nasabah bank syari’ah di kota Magelang. Karena sesaat setelah bank syari’ah tersebut membuka cabang, tidak lama kemudian saya pun membuka rekening. Tidak berhenti sampai di situ. <span id="more-555"></span>Saya juga bergerak di SMA layaknya seorang marketing, dengan mempromosikan keunggulan bank tersebut. Alhamdulillah, usaha ini tidak sia-sia karena beberapa kawan saya tertarik. Bahkan, pihak bank pun mengapresiasi usaha saya ini dengan memberi ganjaran bonus.</p>
<p>Tidak hanya pengalaman yang menggembirakan, karena ada juga pengalaman mengecewakan yang memang perlu saya utarakan di sini. Pertama, berkaitan dengan biaya administrasi (baca: potongan) rekening. Jujur saja, salah satu preferensi memilih bank syari’ah dahulu dikarenakan nihilnya  potongan bulanan. Jelas kini alasan tersebut kadaluarsa, tidak berlaku lagi.</p>
<p>Bayangkan saja, dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini, potongan rekening naik secara drastis dan mendadak. Setahun lalu, tiba-tiba muncul potongan 3.500 per bulannya. Tahun ini, secara mendadak, potongan melambung lebih dari 2 kali lipat menjadi 7.500 rupiah per bulannya. Mungkin bagi sebagian orang, jumlah tersebut tidak berarti. Akan tetapi, bagi kantong seorang mahasiswa <em>kere</em> seperti saya, jumlah tersebut sangatlah banyak. Apalagi bila terakumulasi terus tiap bulan, saya yakin lambat laun rekening saya akan mengering tidak bersisa.</p>
<p>Sempat terbersit keinginan untuk pindah ke sebuah bank konvensional yang menawarkan program rekening mahasiswa tanpa potongan. Namun, hati nurani saya mengatakan bahwa untuk tidak kembali ke lingkaran syubhat bunga bank. Karena sebagai seorang muslim yang belajar keta’atan, bank syari’ah dalam pandangan saya memang bukanlah alternatif, melainkan pilihan satu-satunya. Lagipula, tidak mungkin pula saya kembali menggunakan <em>celengan.</em> Maka, saya putuskan untuk bertahan, meski kecewa berat.</p>
<p>Pengalaman mengecewakan kedua, hadir saat saya membantu kedua orang tua menyelesaikan Ongkos Naik Haji (ONH). Sebenarnya, ada sebuah bank konvensional yang memang berpengalaman khusus menangani ONH. Namun, ayah bersikeras ingin beribadah haji dengan lebih tenang. Salah satu caranya dengan membayar via bank syari’ah, meskipun nanti harus bersusah payah.</p>
<p>Dugaan ayah ternyata tidak meleset. Pilihan membayar ONH via bank syari’ah tersebut memang membuat rumit berbagai hal, terutama saat harus <em>dipingpong </em>antara bank dengan Depag. Di lain sisi, seorang paman yang membayar via bank konvensional justru dengan mudah dan lancar menyelesaikan urusannya. Saya cukup kecewa dengan perbandingan ini. Namun, segala sesuatu memang ada hikmahnya.</p>
<p>Dari cerita di atas, saya lalu bertanya-tanya mengapa bank syari’ah masih begitu mengecewakan? Hemat saya, tidak mungkin selamanya faktor keimanan mampu menahan para nasabah bank syari’ah. Bank syari’ah tidak boleh semata-mata berlindung pada isu riba (bunga bank) untuk menarik nasabahnya, melainkan lebih dari itu, Ia harus fokus pada perbaikan dan peningkatan kualitas layanan. Sehingga, tidak boleh sejengkal pun bank syari’ah tertinggal dari bank konvensional.</p>
<p><em>Wal akhir</em>, mungkin saya memang awam dengan dunia ekonomi, sehingga tidak mungkin memahami mekanisme ekonomi apa yang terjadi di belakang layar. Akan tetapi, layaknya nasabah lain, tidak mungkin saya berpeluh-peluh ikut berdebat membahas mekanisme internal apa yang terbaik. Karena yang nasabah butuhkan memang hanya kualitas pelayanan istimewa. <em>Wallahua’lam Bishawwab.</em></p>
<p>gambar dipinjam <a href="http://www.astosubroto.com/wp-content/uploads/2008/08/syariah.jpg">dari sini</a></p>
<p><em><br />
</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/555/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/555/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/555/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=555&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/30/bersabar-terhadap-bank-syari%e2%80%99ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/syariah.jpg?w=231" medium="image">
			<media:title type="html">Bank Syariah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tak  Ada M2, M3 Pun Jadi</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/25/tak-ada-m2-m3-pun-jadi/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/25/tak-ada-m2-m3-pun-jadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Catatan ini muncul berdasar permintaan kawan saya, Adi (Komunikasi 2006), yang meminta penjelasan penggunaan IM3 sebagai modem. Berhubung saya sudah berulang-ulang kali menjelaskan perihal ini kepada kawan-kawan, jadi saya merasa berkompeten untuk menuliskannya kembali.
Mungkin poin pertama yang harus saya jelaskan adalah saya pun sebenarnya terpaksa menggunakan IM3 untuk modem. Terpaksa? Begini ceritanya, beberapa bulan lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=544&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-560" title="Indosat M2" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/im2.jpg?w=256&#038;h=237" alt="Indosat M2" width="256" height="237" />Catatan ini muncul berdasar permintaan kawan saya, Adi (Komunikasi 2006), yang meminta penjelasan penggunaan IM3 sebagai modem. Berhubung saya sudah berulang-ulang kali menjelaskan perihal ini kepada kawan-kawan, jadi saya merasa berkompeten untuk menuliskannya kembali.</p>
<p>Mungkin poin pertama yang harus saya jelaskan adalah <strong>saya pun sebenarnya terpaksa menggunakan IM3 untuk modem</strong>. Terpaksa? Begini ceritanya, beberapa bulan lalu saya membeli modem HSDPA dengan harga yang cukup miring, hanya 425ribu merk ZTE MF622 (catatan: merk dan model ini dulu di<em>bundle</em> oleh IM2 dengan harga sekitar 1,5juta). Nah, ternyata untuk mengakses internet, tak cukup dengan membeli modem saja. Saya pun harus mempersenjatai modem dengan kartu GSM.<span id="more-544"></span></p>
<p><strong>Masalahnya….</strong></p>
<p>Masalahnya adalah bahwa kartu GSM khusus untuk akses internet, kini harganya melambung tinggi. Bila dahulu, modem yang mahal dan kartunya murah meriah. Kini sebaliknya, modem jatuh begitu murah (catatan: ada modem seharga 200an ribu, model PCMCIA), sedangkan kartu GSM terus membumbung tinggi.</p>
<p>IM2 misalnya, versi Broom terbaru <em>BroomBastis</em>, harga perdananya mencapai ±250ribu, itu pun belum termasuk tagihan per bulan yang mencapai 200ribu. Harga yang jelas tak mungkin mencukupi di kantong mahasiswa berkantong tipis seperti saya. Memang ada <em>Broom</em> edisi lama yang bertarif 100ribu atau 125ribu per bulan. Tapi, dua seri Broom itu sudah lama hilang di pasaran. Kalaupun ada harus mencari 2<sup>nd</sup>-nya, yang harganya pun sudah dikartel gila-gilaan (pengalaman dari mencarinya di Kaskus).  TelkomselFlash-pun tak berbeda jauh dengan IM2, karena tarif per bulannya mencapai 175ribu. Maka dengan berat hati, saya pun mengurungkan niat untuk membeli salah satu dari produk tersebut.</p>
<p>Setelah memutar otak, akhirnya saya menemukan solusi yang murah, meriah. Apa itu? Ternyata kartu IM3 saya bisa diperdayagunakan untuk internet ria. Mungkin sebagaian besar dari kita sudah tahu,tapi jarang menyadarinya. Bahwa IM3 memiliki paket internet 5ribu rupiah untuk 250 menit (4 jam 10 menit). Lumayan bukan? Saya rasa, dengan alokasi harga dan waktu segitu, dahaga saya untuk berinternet ria sudah terpuaskan. Intinya ya berinternet secukupnya. (Pulsa 5ribu rupiah untuk 250menit, dengan masa aktif 5 hari)</p>
<p>Mungkin ada pertanyaan, apakah kartu lain semisal XL, 3, AXIS juga bisa digunakan untuk modem? <em>Saya katakan bisa, sangat bisa</em>. Cuma yang jadi masalah adalah tarifnya, kawan. Sampai saat ini, (sepengetahuan saya) baru IM3 yang memberikan paket internet berbasis waktu (<em>Time-Based</em>). Pola berbasis waktu inilah yang paling ideal digunakan untuk berinternet dari PC/Laptop, mengingat halaman web yang dibuka besarnya bisa puluhan bahkan ratusan kb (Facebook misalnya butuh hampir ratusan kb per halamannya). Tentu jumlah ini akan sangat membebani bila kita berselancar menggunakan kartu GSM bertarif <em>volume-based</em>.</p>
<p>Selama ini pun, saya cukup puas menggunakan IM3 untuk modem. Sepanjang sinyal HSDPA dapat ditangkap. Kecepatan akses internet IM3 nyaris tak ada bedanya dengan IM2, dimana kecepatan download mencapai 256kbps. (catatan: akses internet dengan Indosat, baik IM2 maupun IM3, memang banyak bergantung dengan ada/tidaknya jaringan HSDPA. Jaringan GPRS/EDGE memang masih bisa digunakan, namun sangat lamban bila dibandingkan jaringan HSDPA.)</p>
<p>Ini bukti tes kecepatannya di <em>speedtest.net</em> :</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nah, setelah bercerita panjang lebar. Apakah kawan-kawan juga berminat? Kalau ya, ini saya berikan settingan standar untuk mengakses internet via IM3.</p>
<p><strong>Config name  : IM3</strong> (sebenarnya bebas diberi nama apa saja)</p>
<p><strong>Dial Number : *99***1#</strong> (jangan sampai salah ya)</p>
<p><strong>User name     : indosat@durasi</strong></p>
<p><strong>Password        : indosat@durasi</strong></p>
<p><strong>APN               : <a href="http://www.indosat-m3.net/">www.indosat-m3.net</a></strong></p>
<p>Kira-kira seperti itu pengalaman yang bisa saya bagi kali ini. Ada pertanyaan mungkin? Silakan… Saya tunggu <em>feedback</em> dari kawan-kawan sekalian…</p>
<p>Selamat berinternet ria!!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/544/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/544/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/544/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=544&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/25/tak-ada-m2-m3-pun-jadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/im2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Indosat M2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miyabi dan Konstruksi Image</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/14/miyabi-dan-konstruksi-image/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/14/miyabi-dan-konstruksi-image/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 08:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/14/miyabi-dan-konstruksi-image/</guid>
		<description><![CDATA[Perdebatan akan datang tidaknya Maria Ozawa (aka. Maria Ozawa) berakhir sudah hari ini. Hal ini dipamungkasi dengan pernyataan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata ad interim Muh. Nuh yang melarang kedatangan Miyabi ke Indonesia.
Bagi kalangan religius, berita ini bisa saja menjadi oase segar di tengah himpitan bencana yang tak henti mendera. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=539&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-medium wp-image-538" title="Statistik Miyabi" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/statistik-miyabi1.jpg?w=300&#038;h=204" alt="Statistik Miyabi" width="300" height="204" />Perdebatan akan datang tidaknya Maria Ozawa (aka. Maria Ozawa) berakhir sudah hari ini. Hal ini dipamungkasi dengan pernyataan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata <em>ad interim</em> Muh. Nuh <a href="http://celebrity.okezone.com/read/2009/10/13/206/265300/dilarang-menbudpar-maxima-batal-datangkan-miyabi">yang melarang kedatangan Miyabi ke Indonesia.</a></p>
<p>Bagi kalangan religius, berita ini bisa saja menjadi oase segar di tengah himpitan bencana yang tak henti mendera. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin kata pepatah itu yang bisa menggambarkan kondisi negeri ini. Belum selesai penanganan bencana di daerah Jawa Barat bagian selatan, kini Sumatera Barat yang mendapat giliran lampu merah. Di tengah semua itu, bisa-bisanya ada oknum yang tega membuat kontroversi untuk mendatangkan Miyabi.<span id="more-539"></span></p>
<p>Rasanya tak perlu saya jelaskan panjang lebar siapa <a href="http://www.eramuslim.com/dialog/porno-miyabi-dan-azab.htm">Miyabi</a>. Informasi tentangnya bisa dengan mudah dicari dengan Google. Bagi saya, yang lebih penting adalah bagaimana seharusnya kita menanggapi rencana (awal) kedatangannya. Apakah patut ditolak atau justru harus disambut dengan ramah layaknya selebritis kelas dunia lainnya?</p>
<p>Yang perlu saya garisbawahi pertama kali di sini adalah <em>image</em>. Aristoteles pernah mengungkapkan bawah, “<em>We are what we repeatedly”,</em> kita adalah wujud dari apa yang selalu kita kerjakan. Metafornya, ketika saya sering bercanda, maka orang lain pun akan melihat saya sebagai sosok yang humoris. Ketika anda suka berbohong, maka wajar bila orang melihat anda sebagai orang yang tak dapat dipercaya. Nah, begitu pula, dengan Miyabi. Bila Miyabi menjadi bintang di puluhan film porno. Tentunya wajar bila kita pun melihatnya sebagai seorang bintang porno.</p>
<p>Lagipula, kalau ditelisik lebih jauh, sebenarnya apa sih yang membuat <em>Maxima Pictures</em> (Production House film <em>Menculik Miyabi</em>) memilih Miyabi untuk menjadi bintang filmnya?</p>
<blockquote><p>Apa karena kecantikannya? Saya yakin tidak…</p>
<p>Di Indonesia masih banyak aktris yang tak kalah cantik, ada Luna Maya, Revalina S. Temat, atau bahkan Tika Putri (mungkin ada rekomendasi lain??).</p></blockquote>
<blockquote><p>Apa karena aktingnya yang bagus?</p>
<p>Bagus darimana?? Saya yakin produser tidak bodoh untuk menilai film porno mampu memperlihatkan kemampuan akting para pemerannya. Karena dalam film porno, kemampuan akting tak ada harganya bila dibandingkan parameter seksual dari fisik sang artis.</p></blockquote>
<p><strong>Lantas dasar apa Maxima ingin menghadirkan Miyabi?</strong></p>
<p>Bagi saya, apa lagi kalau bukan <em>image</em>nya sebagai superstar film porno. Nama besarnya adalah magnet bagi para penggemarnya di Indonesia (catatan: <a href="http://www.google.com/trends?q=miyabi">penggemar Miyabi paling besar ada di Indonesia, silakan cek di <em>google trends</em></a>). Seorang Miyabi sudah terlalu identik dengan puluhan mahakarya porno yang dia bintangi. Miyabi adalah sinonim dari seorang bintang film porno. Hilanglah identitas pribadinya. Sehingga, meskipun ia datang untuk bermain film humor misalnya, saya tak yakin <em>image</em>-nya sebagai bintang porno akan dilupakan orang.</p>
<p>Kasus ini mirip dengan kasus Playboy beberapa tahun lalu. Pada awalnya, mereka memaksa untuk masuk ke Indonesia sembari meyakinkan khalayak bahwa Playboy versi Indonesia hanyalah majalah lifestyle semata. Tetap saja muncul banyak penolakan. Karena apa? Karena yang sebenarnya kita tolak bukan hanya <em>content</em> Playboy-nya (dalam hal ini produk pornografinya). Akan tetapi, juga <em>image­</em>nya identik dengan pornografi. Pada titik ini, <em>image</em> dan substansi berkelindan erat, tak mungkin dapat dipisahkan.</p>
<p>Bagi saya, kita harus menilai sesuatu secara utuh, tidak terpisah-pisah. Saya dan andam tentu tak hanya menilai seseorang sebatas tampilan fisik, namun juga apa yang telah dia lakukan selama ini, karena itulah konstruksi <em>image</em>nya di mata orang lain.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/539/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/539/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/539/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=539&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/14/miyabi-dan-konstruksi-image/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/statistik-miyabi1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Statistik Miyabi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Titik Balik</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/06/titik-balik/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/06/titik-balik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 23:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Buya Syafii Maarif]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[IMM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Balik]]></category>
		<category><![CDATA[Umar Bin Khattab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/06/titik-balik/</guid>
		<description><![CDATA[
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Q.S. Al Kahfi : 17)

Beberapa hari lalu saya bersama rekan-rekan dari IMM UGM bersilaturahmi ke rumah seorang dosen Ilmu Ekonomi UGM. Meski masih mudah, dosen ini kami prioritaskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=530&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><a href="http://wvs.topleftpixel.com/photos/2006/09/roger-waters_dark-side-moon_01.jpg"></a><img class="aligncenter size-medium wp-image-533" title="Titik Balik" src="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/titik-balik.jpg?w=300&#038;h=206" alt="Titik Balik" width="300" height="206" /></p>
<p align="center"><em>Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.</em> (Q.S. Al Kahfi : 17)</p>
<p align="center">
<p>Beberapa hari lalu saya bersama rekan-rekan dari <a href="http://www.immugm.web.id">IMM UGM</a> bersilaturahmi ke rumah seorang dosen Ilmu Ekonomi UGM. Meski masih mudah, dosen ini kami prioritaskan untuk dikunjungi mengingat potensi besar beliau untuk memotivasi kami. Kedekatan umur juga menjadi salah satu alasan penting untuk mengunjungi beliau. Karena dalam hemat saya, seringkali pertemuan dengan tokoh yang telah <em>sepuh</em> justru membuat suasana menjadi tidak cair.<span id="more-530"></span></p>
<p>Tak dinyana, pembicaraan bersama dosen ini pun mengalir dengan mengasyikkan. Bahkan beliau pun tak segan bercerita masa lalunya semasa masih duduk di bangku kuliah. Salah satu kisah yang cukup menarik bagi saya adalah <strong>kisah</strong> <strong>titik balik</strong>. Dalam kisah tersebut, beliau bercerita bahwa hidupnya tidak datar-datar saja. Pada suatu masa beliau pernah amat bersemangat dalam memimpin dan menguasai organisasi. Namun, pada titik lain semangat itu musnah tak berbekas, hingga beliau pun memutuskan untuk “melarikan diri” dari rutinitas organisasi.</p>
<p><strong>Lalu adakah yang salah dengan titik balik ini? </strong></p>
<p>Bagi saya ini bukanlah sebuah kesalahan. Ini adalah bagian dari pencarian beliau akan kehidupan. Buktinya, beliau mengakui bahwa setelah kejadian tersebut beliau merasa lebih dewasa dalam melihat berbagai permasalahan.</p>
<p>(*catatan: saat ini beliau akan segera berangkat S3 ke Australia lewat jalur beasiswa)</p>
<p align="center">***********</p>
<p>Tentu ada alasan mendasar yang membuat saya tertarik dengan cerita tersebut. Kedekatan pengalaman mungkin jawabannya. Dalam bahasa komunikasi, kedekatan pengalaman (<em>proximity</em>) memang jadi salah satu daya tarik informasi. Saya merasa pernah mengalami titik balik. Dalam konteks organisasi, saya merasa pernah begitu aktif di SMA, hingga pada suatu titik saya begitu jumawa dengan pencapaian saya.</p>
<p>Akan tetapi, pencapaian tersebut rasanya tak bernilai sama sekali saat melihat masa awal kuliah saya. Selama dua semester awal, saya begitu apatis terhadap organisasi. Bahkan sempat pula terpikirkan untuk meninggalkan dunia organisasi sama sekali, dan menikmati kehidupan akademik di kampus. Akibatnya, praktis selama awal kuliah, saya tak pernah serius dalam berorganisasi. Memang ada beberapa organisasi yang saya ikuti, namun sejatinya tak lebih dari sekedar  pelarian saya.</p>
<p>Hingga, titik balik akhirnya membawa saya kembali. Titik balik ini membawa saya kembali ke jalur yang saya pegang erat selama ini, yaitu <em>tawassuth</em> (kesetimbangan) antara akademik dan organisasi. Alhamdulillah, meskipun tidak ada prestasi menonjol yang saya miliki. Saya kini cukup mensyukuri kehidupan kampus maupun organisasi.</p>
<p align="center">***********</p>
<p>Dalam kehidupan manusia, titik balik memang bisa dengan mudah terjadi, atau sebaliknya begitu mustahil terjadi. Dalam keyakinan Islam, semua itu bermuara pada kehendak Allah. Allah memang maha memberi hidayah sekaligus pula maha membolak-balikkan hati manusia. <em>“Ya Muqollibal Qulub Tsabbit ala Diinik wa Thoo’atik…”</em></p>
<p>Tak hanya kita yang (mungkin) pernah merasakan titik balik. Seorang Umar bin Khattab pun pernah merasakannya. Seorang “preman” Quraisy yang begitu bengis dan membenci Islam. Diberi hidayah oleh Allah, hingga mampu menjadi salah satu garda terdepan pembela Islam. Bahkan, di akhir hidupnya pun beliau syahid di tangan musuh Islam.</p>
<p>Buya Syafi’i Ma’arif (mantan Ketua PP Muhammadiyah) pun pernah merasakan titik balik. Beliau pernah bercerita bahwa di tahun 70-an, beliau begitu memperjuangkan Syari’ah Islam. Namun, kini semua itu nyaris tak berbekas. Tergantikan oleh keyakinan beliau akan Bingkai Pancasila dan Demokrasi yang sudah dirasa cukup untuk mewakili Islam di negeri ini. Pilihan kontroversial yang oleh beberapa pihak dianggap sesat, bahkan tak jarang beliau pun diminta untuk bersyahadat kembali. Luar biasa bukan titik balik beliau?</p>
<p>Tentu masih banyak lagi kisah titik balik yang jauh lebih inspiratif, atau lebih kontroversial. Satu hal yang pasti, marilah berdoa kepada Allah, agar apa pun titik baliknya, ujungnya adalah istiqomah di jalanNya. Atau dalam bahasa berbeda, “<em>Biarlah tersesat di jalan yang benar, ketimbang harus benar di jalan yang sesat”.</em> Betul bukan?</p>
<p>gambar dipinjam <a href="http://wvs.topleftpixel.com/">dari sini</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/530/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=530&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/06/titik-balik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://zulfiifani.files.wordpress.com/2009/10/titik-balik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Titik Balik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sumbangan untuk Sumatera Barat</title>
		<link>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/01/sumbangan-untuk-sumatera-barat/</link>
		<comments>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/01/sumbangan-untuk-sumatera-barat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 07:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Zulfi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://zulfiifani.wordpress.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[“Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 200 orang korban tewas dan 500 bangunan hancur akibat gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter yang mengguncang Sumatera Barat, Rabu (30/9) sore (Kompas, 01/10).
Oleh karena itu, IMM UGM mengundang kepedulian dari saudara-saudaraku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=526&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>“Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71)</p></blockquote>
<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat setidaknya ada 200 orang korban tewas dan 500 bangunan hancur akibat gempa berkekuatan 7,6 Scala Richter yang mengguncang Sumatera Barat, Rabu (30/9) sore (Kompas, 01/10).</p>
<p>Oleh karena itu, <a href="http://immugm.web.id">IMM UGM</a> mengundang kepedulian dari saudara-saudaraku sekalian untuk memberikan donasi. Donasi dapat disampaikan lewat <strong>LAZIS MUHAMMADIYAH, BNI Syariah no.rekening: 00.91539444.</strong></p>
<p>Jazakumullah khairan. Fastabiqul Khoirot!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/zulfiifani.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/zulfiifani.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/zulfiifani.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/zulfiifani.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/zulfiifani.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/zulfiifani.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/zulfiifani.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/zulfiifani.wordpress.com/526/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/zulfiifani.wordpress.com/526/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/zulfiifani.wordpress.com/526/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=zulfiifani.wordpress.com&blog=5292796&post=526&subd=zulfiifani&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://zulfiifani.wordpress.com/2009/10/01/sumbangan-untuk-sumatera-barat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5f17a12f595c4e2257995f705a0bfe61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zulfi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>